10 Tokoh Astronomi Terkenal Dunia « Dunia Astronomi


109
109 points
Pekan Ikatan Sport Indonesia tahun 1942

Dunia astronomi di zaman modern ini bisa dibilang berkembang cukup pesat jika dibandingkan dengan kondisinya dalam 100 tahun terakhir. Sekarang, kita sudah tahu penampakan lubang hitam dan planet kerdil Pluto, yang bahkan dalam 10 tahun terakhir kita belum tahu.

Namun, harus diingat bahwa apa yang kita ketahui sekarang tidak dapat dipisahkan dari kontribusi banyak astronom dan ilmuwan. Pengetahuan mereka saling melengkapi, bahkan sejak ratusan tahun sebelum masehi.

Berikut ini adalah beberapa ilmuwan yang memiliki peran besar dalam pengembangan astronomi di dunia, tanpa mengecilkan peran ilmuwan lain.

1. Stephen Hawking (1942-2018)

Pikiran Hawking tentang pembentukan Semesta, lubang hitam, dan banyak hal lainnya telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia astronomi sejak tahun 1970-an. Keterbatasan fisik tidak cukup untuk mencegahnya mendapatkan beberapa penghargaan dalam sains. Selain itu, ia juga dapat membuat semua kompleksitas di bidang yang ia pelajari menjadi mudah dipahami oleh masyarakat luas. Salah satunya ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul A Brief History of Time, yang telah terjual lebih dari 10 juta kopi sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1988. Buku terbaru tentang Stephen Hawking berjudul A Mind Without Limits telah beredar dan dapat ditemukan di dadc!

2. Ptolemeus (90–168 M)

Dari Yunani ada Ptolemeus, yang membuat model Alam Semesta (tata surya) dengan Bumi sebagai pusatnya (geosentrisme). Meski rumit dan belakangan diketahui salah, tetapi model itu dijadikan referensi di bidang astronomi selama lebih dari 1200 tahun.

3. Abd al-Rahman al-Sufi (903-986 M)

Al Sufi (Azophi) dari Persia adalah astronom pertama yang mendokumentasikan pengamatan benda di luar galaksi Bima Sakti, yaitu Andromeda. Dia menyebut galaksi tetangga kita "awan kecil". Selain itu, ada juga Awan Magellan Besar yang tidak terlihat dari Eropa dan baru dikenal setelah ekspedisi Magellan pada abad ke-16.

4. Copernicus (1473-1543)

Model geosentrik Ptolemy akhirnya menerima bantahan dari Copernicus yang mempopulerkan kembali model Universi heliosentris (Matahari di pusat sistem). Meski masih mengandung kesalahan, modelnya membuat pandangan para ilmuwan terhadap Tata Surya dan Semesta mulai berubah.

5. Johannes Kepler (1571–1630)

Sebagai ahli matematika, Kepler mungkin tampaknya tidak memiliki peran dalam astronomi. Namun, ia memainkan peran yang sangat besar sebagai pendukung model Copernicus dan juga merupakan pemegang kunci penting dari model tersebut. Dengan asumsi orbit planet yang bundar sempurna menjadi mentah karena menurut Kepler, bentuknya persis elips. Memanfaatkan data pengamatan dengan akurasi tinggi Tycho Brahe, seorang bangsawan Denmark, Kepler akhirnya dikenal sebagai Hukum orbit planet Kepler.

6. Galileo Galilei (1564–1642)

Jika sebelumnya model heliosentris masih belum diterima secara luas, peran Galileo adalah untuk membuat model itu lebih kuat. Sering disebut sebagai penemu teleskop ketika tidak, Galileo mengubah teleskop yang ada menjadi lebih baik dan kemudian menggunakannya untuk mengamati benda langit. Satelit Jupiter, cincin Saturnus, Sunspot, dan fase Venus adalah beberapa dari banyak kontribusi penting Galileo dalam astronomi.

7. Sir Isaac Newton (1643-1727)

Dikenal sebagai hukum gerak objek serta gravitasi Newton, Newton memberikan dasar hukum fisik untuk model yang dibuat oleh Copernicus, hukum orbit objek oleh Kepler, dan bukti pengamatan dari Galileo. Dapat dikatakan bahwa butuh sekitar 200 tahun untuk model heliosentris diterima secara luas sejak diangkat kembali oleh Copernicus.

8. Albert Einstein (1879–1955)

Einstein membawa kita untuk melihat Alam Semesta dengan cara yang berbeda. Gravitasi, yang dikenal sebagai daya tarik materi, dipandang berbeda oleh Einstein sebagai kelengkungan ruangwaktu. Bukti pengamatannya, yang dilakukan oleh Sir Arthur Eddington dalam peristiwa gerhana matahari total pada tahun 1919, sama-sama terkenal.

9. Carl Sagan (1934-1996)

Selain sebagai seorang ilmuwan, Sagan juga dikenal sebagai komunikator ulung. Ia dapat menyampaikan informasi tentang sains dalam bahasa yang mudah dicerna oleh orang awam. Buku-buku dan program televisinya masih merupakan salah satu produk pendidikan paling populer.

10. Eratosthenes (276–195 SM)

Ketika kebanyakan orang berpikir bahwa Bumi itu datar, Eratosthenes sudah tahu bahwa Bumi itu bulat dan itupun berhasil menghitung keliling Bumi dengan akurasi yang baik. Semuanya dari pengamatan dan perhitungan sederhana menggunakan bayangan tongkat di bawah sinar matahari.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *