Andai Aku Dilan | Blog Guru Fisika


91
91 points
http://fadilfadilan.blogspot.co.id/2016/10/ngobrolin-buku-dilan-milea.html

"Jangan Miss, Be Heavy, Just Let Me Be!"
"Aku memprediksi kamu, kita akan bertemu nanti di kafetaria"

adalah dua buah Pidi Baiq yang sentimental dan menarik, dalam novel fenomenal yang saya kenal dan pertama kali saya dengar pada 2015 dari Revantio, alumni Smada pada 2015 pada waktu itu saya adalah guru wali kelasnya di XII IPA 5 dan sekarang guru berkacamata ini melanjutkan pendidikannya di Universitas Brawijaya, Malang dalam program studi Teknik Informatika.

Revantio adalah seorang pria muda yang rajin membaca, dibuktikan dengan kacamata tebal dan tidak pernah lepas dari wajahnya yang persegi. Dialah yang pertama kali bercerita tentang Novel Dilan 1991 di depan kelas selama pelajaran literasi pada jam terakhir fisika pada hari Selasa pada waktu itu.
5Sos alias XII MIPA 5 pada tahun 2015

Dialah yang berdiri di sebelah kiri dengan tangan runcing dan berkacamata, dialah yang pertama kali memperkenalkan saya pada kisah Dilan. Itu 3 tahun yang lalu dan mereka semua adalah siswa sekarang, waktu yang singkat dan saya telah menjadi bagian dari mereka.

Dominasi wanita di kelas ini, sedangkan populasi pria hanya 3 biji. Salah satu pria di belakang saya bernama Hafidz, ia memberikan warna sendiri dalam kesunyiannya saat bergabung dengan komunitas 5Sos ini.

Kembali ke Dilan, siapa dia? Dikatakan bahwa dia adalah seorang panglima perang, dia adalah orang yang berani, dia adalah inovator dan motivator geng motor di kota sana, pada periode ke-91 saya juga seorang SMA, tetapi tidak mengalami seperti yang ditulis tentang Dilan yang sudah punya sepeda motor. Bisa jalan-jalan dan bahkan menumpang Milea Adnan di tengah hujan lebat (diabadikan sebagai salah satu adegan film)

http://fadilfadilan.blogspot.co.id/2016/10/ngkuitin-buku-dilan-milea.html

Keberadaan Dilan benar-benar menarik dan menjadi magnet bagi Hawa dari usia muda hingga remaja yang tidak lagi, Dilan oh Dilan, pesona era nostalgia sekolah menengah yang kita lewati 27 tahun lalu dan sekarang berulang. Dikemas dalam aktivitas arisan hingga reuni. Ya Reunion, kita berhak berkumpul kembali tetapi dalam angka yang berbeda, bukan sebagai remaja tetapi sebagai ayah dan ibu yang semakin tua.

Anak-anak kita sudah lulus SMA, tetapi kebanyakan dari mereka masih di dunia sekolah sejak SMP hingga SMA, kita bisa menatap tatap muka dan prasangka akan ditampar atau ditampar jika kita menatapmu untuk untuk waktu yang lama, "Lihat What You Are!" Lihat! "… adalah kalimat menakutkan yang mengecilkan hati ketika itu hanya seorang siswa biasa yang tidak stabil dan tidak berpengalaman.

Tapi sekarang berbeda, saya bisa duduk bersama dan makan bersama secara damai egaliter dengan orang-orang yang dulu "kurang ramah dan cenderung sombong dan bahkan mengintimidasi", yang semuanya telah menjalani berbagai profesi yang telah berubah dari Dilan ke stereotip remaja yang ganas secara emosional dan bisa romantis meski dipaksakan.

Dilan itu dulu, saat kamu di SMA, saat kamu masih abu-abu
Tetapi sekarang Anda sudah mulai memutih, rambut Anda tidak lagi putih kecuali Anda pergi ke salon untuk meminta semir dan tentu saja ditambah sedikit pijatan atau refleksi selain biaya layanan untuk menghitamkan kepala Anda kembali

Dilan yang pertama, ketika Anda culun dan tidak berpengalaman
Dilan, Anda pernah, emosional, sombong, sarkastik dan brutal
Nuansa waktu itu adalah pemberontakan dan keriuhan, keributan anak muda
baik dengan musik metal atau dengan raungan sepeda motor yang dikenal sebagai guntur

Dilan bernostalgia
Nostalgia yang mempesona Hawa dan kelompok turun temurun
menggelitik keturunan Adam
untuk menggeser kinerja dan penampilannya kembali ke masa lalu

Dilan adalah anomali

#anomali, #dilan, # delan-1991, #nostalgia, # nostalgia-high school, #reuni, # reunion-high school, #sma


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *