Antariksawan Hindia, Arab Saudi Dan Indonesia


102
102 points
Antariksawan Hindia, Arab Saudi Dan Indonesia

Jika Anda memiliki negara Amerika Astronaut Dan Rusia memiliki Kosmonot dan Prancis memiliki Spationaut lalu untuk apa istilah yang tepat astronaut Indonesia? Antariksawan (biasa disebut astronot) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani pelatihan dalam program penerbangan luar angkasa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat ruang angkasa.

Kali ini giliran negara yang terkenal dengan film-film Bollywod-nya yang telah berhasil menerbangkan kosmonot mereka ke luar angkasa. Ya, India memiliki kosmonot pertamanya pada tahun 1984 ketika Rakesh Sharma, seorang pilot angkatan udara berhasil meroket ke angkasa menggunakan pesawat ruang angkasa T-11 Soyuz.

Sebelum menjadi seorang Kosmonot, Rakesh Sharma adalah seorang pilot di ketentaraan
Udara India. Pesawat Soyuz T-11 yang ia tumpangi diluncurkan
Kosmodrom Baikonur pada 2 April 1984. Soyuz T-11 kemudian merapat
Salyut-7 dan menghabiskan 7 hari di sana. Dua kosmonot
Orang Rusia yang menemaninya adalah Y.V. Malyshev dan G.M. Strekalov.

Astronot Indonesia (1985)


Selanjutnya giliran negara gurun untuk mengirim seorang pria
pangeran ke ruang angkasa. Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al
Saud berpartisipasi dalam misi Discovery STS-51G yang diluncurkan pada 17 Juni
1985 hingga 24 Juni 1985. Pria yang adalah keponakan Raja Fahd
itu menjadi anggota keluarga kerajaan pertama di dunia
astronaut.

Pada saat itu, STS-51 G memiliki misi untuk meluncurkan satelit Arabsat-B
digunakan oleh 22 negara Arab. NASA juga mengizinkan satu astronot
mewakili negara-negara Arab ini (di Asia dan Afrika), dan Pangeran
Sultan kemudian terpilih. Dengan Discovery ia berhasil
mengelilingi bumi 111 kali, dan menempuh jarak 2,9 juta mil.
Sebelumnya, Sultan adalah bagian dari pasukan Angkatan Udara Kerajaan Saudi,
Arab Saudi.

Astronot Indonesia (1985)

Pada tahun 1985 Indonesia hampir memiliki catatan sejarah untuk
memiliki astronot pertama. Mereka adalah Pratiwi Sudarmono dan
Taufik Akbar (cadangan). Pada Oktober 1985, mereka terpilih
berpartisipasi dalam misi luar angkasa NASA (STS-61-H) untuk penyebaran satelit
komunikasi Palapa B-3 yang dimiliki oleh Indonesia.

Pratiwi pada misi ditugaskan sebagai Spesialis Payload sementara
Taufik sebagai cadangan. Tetapi karena insiden tak terduga,
pesawat ulang-alik Challenger meledak pada 28 Januari 1986
misi dibatalkan dan tidak pernah berlanjut sampai sekarang.
Pembatalan itu karena Palapa B-3 akhirnya diluncurkan menggunakan roket
Delta. Sayangnya pada 2006 kemarin, negara tetangga Malaysia sudah melakukannya
berhasil mengirim kosmonot mereka ke depan Indonesia.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *