Awal dan Akhir Ramadan 1440 H


86
86 points
Awal dan Akhir Ramadan 1440 H

Secara umum, orang Indonesia dapat melihat awal dan akhir Ramadhan 1440 H karena mereka tercantum dalam kalender Hijriah / atau kalender Islam dalam standar Taqwim 2019 di Indonesia. Dalam kalender awal Ramadhan 1440 H bertepatan dengan Senin 6 Mei 2019, dan akhir Ramadhan 1440 H, 30 Ramadhan 1440 H bertepatan dengan 4 Juni 2019, 1 Syawal 1440 H bertepatan dengan hari Rabu 5 Juni 2019.

Hilal ketika diamati dari Manado pada 26 Mei 2017. Kredit: BMKG

Sudah lebih dari 30 tahun kalender Hijriah dalam Standar Taqwim Indonesia menggunakan kriteria "visibilitas hilal" yang dikenal sebagai kriteria 2-3-8 (kondisi minimum saat matahari terbenam pada ketinggian 2 derajat, perpanjangan 3 derajat dan usia sabit bulan telah mencapai 8 jam). Kriteria ini dianggap dekat dengan hasil rukyat hilal. Banyak yang mengkritik kriteria ini, karena tidak mudah untuk berhasil mengamati hilal dalam kerangka kriteria melalui mata telanjang dan teleskop biasa.

Penentuan Awal Ramadhan & Syawal di Indonesia

Kalender Hijriah pada 1440 H dan 1441 H di Indonesia masih menggunakan kriteria 2-3-8, meskipun pembahasan perubahan kriteria yang diusulkan telah dibahas pada pertemuan internasional 2017 di Jakarta. Keputusan dengan suara bulat melangkah pada kriteria baru belum terjadi. Demikian pula, peta keseluruhan kriteria untuk visibilitas hilal di dunia tidak berubah.

Penentuan awal puasa Ramadhan mengacu pada dua hasil, yaitu perhitungan / perhitungan yang diprediksi sebelum menggunakan kriteria visibilitas bulan baru dan pengamatan langsung atau rukyatul hilal.

Sebagai hasil dari kritik terhadap kriteria yang digunakan untuk menyusun kalender standar Taqwim dan ketidakpastian awal dan akhir Ramadhan, tidak cukup bagi masyarakat umum untuk memiliki informasi tentang awal bulan Islam yang tersedia di 2019 Standard Taqwim di Indonesia . Untuk tujuan memulai dan mengakhiri bulan puasa Ramadhan, masyarakat masih membutuhkan keputusan pemerintah dalam persidangannya. Jadi meskipun penentuan awal Ramadhan, hari libur Idul Fitri dan Idul Adha selain terdaftar dalam kalender standar Taqwim, penyelenggaraan sesi batnya yang dipimpin oleh Menteri Agama masih digelar. Jadwal persidangan untuk awal Ramadhan 1440 H pada hari Minggu 5 Mei 2019 dan persidangan Syawal 1440 H yang pertama dijadwalkan untuk Senin, 3 Juni 2019.

Keputusan awal Ramadhan 1440 H ditetapkan dalam jemaat Ramadhan 1440 H awal pada hari Minggu / 5 Mei 2019. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Agama Indonesia disertai oleh MUI dan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat. Pertemuan tersebut umumnya dihadiri oleh perwakilan organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dll., Akademisi dari universitas seperti ITB, UIN Semarang dll. Yang bergabung dengan Tim Hisab Rukyat / Tim Ilmu Falak Nasional, duta besar negara tetangga dan perwakilan dari beberapa lembaga terkait seperti BMKG, LAPAN, Planetarium DKI dll. dan pejabat pejabat negara, termasuk anggota dewan, MUI dll. Sidang ditutup, hasil keputusan pengadilan yang disampaikan oleh Menteri Agama disertai oleh MUI di konferensi pers setelah sidang Sidag selesai. Awal Ramadan 1440 H pemburu hilal dari Departemen Agama dan BMKG dll juga akan secara bersamaan mengamati hilal yang tersebar di seluruh nusantara. Pengamatan bulan baru setelah verifikasi di lapangan telah dimasukkan untuk keputusan dalam persidangan awal Ramadhan 1440 H.

Pengamatan Hilal

Pengamatan hilal relatif mudah, fraksi iluminasi bulan mencapai> 1% adalah hilal mudah, dapat diamati dengan mata telanjang. Pengamatan hilal yang memiliki fraksi iluminasi bulan? 1% adalah hilal yang relatif sulit jika hanya menggunakan mata telanjang manusia. Pengamatan hilal relatif sulit, masih menggunakan mata telanjang dan alat bantu optik dalam bentuk teleskop yang belum dimodifikasi untuk mengamati objek yang tergolong lebih sulit. Teleskop dan detektor yang dimodifikasi yang peka terhadap gelombang cahaya inframerah dekat, sedikit lebih panjang dari lampu merah. Teleskop ini mengambil peran untuk dapat mengamati hilal yang sangat tipis bahkan di dekat waktu konjungsi.

SBOBET

Teknik pengamatan Hilal telah mengalami kemajuan, teleskop dan kamera dapat merekam gambar bukit yang relatif sulit. Pengamatan hilal praktis baru saja dimulai dan direncanakan akan dilakukan sepanjang tahun, oleh pengamat yang dapat diandalkan, menggunakan teleskop dengan penunjuk dan pelacakan yang akurat. Teleskop dengan motor penggerak dan penunjuk teleskop yang akurat telah membuatnya lebih mudah untuk membantu menemukan hilal dan mengikuti gerakan harian hilal. Dengan itu kecanggihan teropong akan membantu menemukan lokasi bulan di langit.

Penentuan awal bulan Standar Taqwim Islam adalah setelah konjungsi, jika pada maghrib atau matahari terbenam pada hari konjungsi, Bulan memiliki ketinggian minimum 2 derajat, perpanjangan 3 derajat dan usia 8 jam, dianggap pada saat maghrib memiliki memasuki awal bulan islam. Kriteria ini dapat dan masih akan berubah, perhitungan penting untuk menggunakan kriteria visibilitas hilal.

Awal Ramadan 1440 H

Hasil perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ijtima terakhir larangan Sya adalah 1440 H: 5 Mei 2019, pukul 5:45 pagi, ketinggian bulan saat matahari terbenam atau matahari terbenam di Pelabuhan Ratu: adalah 5,7º, Perpanjangan saat Matahari Terbit: 7.16º, Usia Bulan: 12.02 jam, Lagtime: 28 menit. Dalam diagram kurva dan elongasi tinggi, posisi hilal menunjukkan bahwa ia berada di atas kriteria 2-3-8; di atas kriteria Odeh minimum saat menggunakan teleskop, di atas kriteria 3º derajat dan perpanjangan 6,4º.

Pengamatan bulan dan hilal dari bulan di atas cakrawala hingga sore sebelum matahari terbenam dapat dilakukan sejak pagi hari 5 Mei 2019. Posisi bulan dalam diagram Ketinggian – Perpanjangan atas (5 Mei 2019) masih di bawah kriteria ILyas (1984) menggunakan mata telanjang, juga di bawah batas atas Odeh (maks), tetapi telah melampaui ketinggian dan perpanjangan 2,3,8, serta kriteria Jakarta. Menurut kondisi di atas, kecenderungan awal Ramadhan 1440 H adalah Senin, 6 Mei 2019. Doa tarawih pertama pada 5 Mei 2019, 6 Mei adalah hari Ramadhan Shaum pertama di 1440 H.

Untuk kepastian penentuan awal Ramadhan 1440 H, dapat diikuti dengan pengumuman persidangan Ramadhan 1440 H awal yang dijadwalkan pada Sya ke 29 larangan 1440 H, yang bertepatan dengan hari Minggu, 5 Mei , 2019.

Awal Shawwal 1440 H

Perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ijtima terakhir Ramadhan 1440 H bertepatan dengan Senin 03 Juni 2019, pukul 17:02 WIB. Ketinggian Bulan saat Matahari Terbenam di Pelabuhan Ratu: -0,4º (masih di bawah ufuq) dan Elongasi saat Matahari Terbit: 2,52º dan Bulan Bulan: 0,72 jam. Tanggal tersebut adalah tanggal 29 Ramadan 1440 H, dan merupakan jadwal uji coba awal Syawal 1440 H.

Dalam diagram tinggi vs perpanjangan, posisi hilal menunjukkan bahwa itu di bawah kriteria 2-3-8; di bawah minimum Odeh saat menggunakan teleskop, di bawah kriteria 3º derajat dan perpanjangan 6,4º. Jadi bulan baru dapat diamati pada 4 Juni 2019, setelah Maghrib, maka 1 Shawwal 1440 H akan jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. Tarawih terakhir pada 3 Juni 2019; 4 Juni, 2019 malam, Takbiran dan 5 Juni, 2019 Sholat Ied 1440 H.

Pengamatan Hilal awal dari Syawal 1440 H dapat dilakukan pada tanggal 4 Juni 2019. Ketinggian bulan saat matahari terbenam di Pelabuhan Ratu telah mencapai 11,5 º dan perpanjangan mencapai 13,31 º, bulan terbenam 55 menit setelah matahari terbenam, usia bulan baru telah mencapai 24,73 jam.

Untuk kepastian penentuan awal Syawal 1440 H, dapat diikuti dengan pengumuman persidangan awal Syawal 1440 H pada tanggal 29 Ramadhan 1440 H, yang bertepatan dengan 3 Juni 2019.

Selamat atas puasa Ramadhan 1440 H, semoga sukses, membawa berkah dalam hidup.

Seperti ini:

Seperti Memuat …

daftar sbobet

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *