Bahan Bangunan Kosmis | langitselatan


94
94 points
Bahan Bangunan Kosmis | langitselatan

Anda dapat merakit model berbagai bentuk hanya dengan mengatur potongan Lego. Beberapa membangun rumah Lego asli, juga membangun roket, kota, dan bahkan observatorium!

Sama seperti struktur Lego yang mengesankan, manusia juga tersusun oleh potongan-potongan kecil, dalam bentuk molekul organik.

Komet 21P / Giacobini-Zinner. Kredit: Michael Jaeger

Komet 21P / Giacobini-Zinner. Kredit: Michael Jaeger

Molekul terbuat dari komponen kimia seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Molekul organik dapat ditemukan di seluruh alam semesta. Tidak seperti Lego, molekulnya sangat kecil sehingga tidak ada yang bisa melihatnya, kecuali jika dilihat dengan mikroskop canggih.

Teleskop juga dapat membantu kita menemukan molekul khusus ini.

Dengan instrumen Cooled Mid-Infrared Camera dan Spectrometer (COMICS) yang terpasang pada teleskop Subaru di Hawaii, para astronom Jepang berhasil menemukan molekul organik dalam komet 21P / Giacobini-Zinner. Apa yang ditemukan adalah senyawa hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon aromatik yang telah dicampur dengan atom nitrogen dan oksigen. Para astronom menduga bahwa molekul-molekul organik ini terbentuk di wilayah Jupiter dan Saturnus ketika planet-planet raksasa gas ini baru mulai terbentuk. Lokasi di mana Jupiter dan Saturnus terbentuk lebih hangat daripada lokasi pembentukan komet.

Komet adalah petunjuk untuk mengetahui masa lalu Tata Surya. Komet biasanya dibentuk oleh es dan debu, serta rumah untuk molekul organik. Komet 21P / Giacobini-Zinner adalah komet dari keluarga Jupiter yang bergerak mengelilingi Matahari setiap enam setengah tahun. Tidak hanya itu. Komet 21P / Giacobini-Zinner adalah asal dari hujan meteor Draconid.

Ketika komet 21P / Giacobini-Zinner mendekati dan kemudian kembali dari Matahari, ada materi lepas di orbit Bumi. Jadi, ketika Bumi melintasi puing-puing komet ini, orang-orang di Bumi dapat menyaksikan hujan meteor Draconid yang tampaknya berasal dari rasi bintang Draco.

Jika molekul organik dalam komet 21P / Giacobini-Zinner juga memperkaya meteorid Draconid, maka hujan meteor periodik ini akan menjadi pengantar molekul organik untuk Bumi purba. Molekul organik ini juga memperkaya blok bangunan kehidupan di Bumi.

Kami masih belum tahu bagaimana kehidupan di Bumi dimulai 3 miliar tahun yang lalu. Namun, kehidupan dimulai dengan molekul organik kecil. Blok bangunan kehidupan sangat rapuh, dan dapat ditemukan di seluruh alam semesta. Tidak ada yang tahu di mana kemudian molekul organik dapat ditemukan!

Fakta keren:

Lebih dari 6000 komet telah diidentifikasi di Tata Surya. Namun, jumlah sebenarnya bisa mencapai triliunan di Tata Surya.

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *