Biografi Susilo Bambang Yudhoyono Lengkap


98
98 points
Biografi Susilo Bambang Yudhoyono Lengkap

Umum (HOR.) TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; usia 68 tahun) adalah Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. Dia adalah Presiden pertama di Indonesia dipilih melalui jalur pemilihan. Dia, bersama dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalam Pemilihan Presiden 2004. Dia berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali untuk memenangkan Pemilihan Presiden 2009, kali ini dengan Wakil Presiden Boediono. Sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil dipilih kembali untuk periode kedua.

Yudhoyono yang dipanggil "Sus" oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan "SBY", menghabiskan sebagian masa kecil dan masa remajanya di Pacitan. Dia adalah seorang pensiunan perwira militer. Sementara di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat menjadi Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999, dan muncul sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat. Peringkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Dalam Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya berasal dari Presiden Megawati Soekarnoputri menjadikannya presiden pertama yang dipilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Ini dimungkinkan setelah melalui amandemen UUD 1945.

Ia dilahirkan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya, ia dapat ditelusuri ke Pakubuwana dan memiliki hubungan dengan keturunan Hamengkubuwana II.

Seperti ayahnya, dia juga terlibat dalam dunia militer. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati, yang merupakan putri ketiga Jenderal (pensiunan) Sarwo Edhi Wibowo (terlambat). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo membantu menghancurkan PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka dikaruniai dua putra, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1980).

Agus adalah lulusan PT SMA Taruna Nusantara pada tahun 1997, dan Akademi Militer Indonesia pada tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga menerima penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Angkatan Darat yang bertugas di batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikah dengan Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga merupakan putra dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan. Sejak pertengahan 2005, Agus telah menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar magister di Institut Studi Pertahanan dan Strategis, Singapura. Anak bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda di Perdagangan Finansial dan Perdagangan Listrik 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.

Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia (Akabri) pada tahun 1973

Kursus Bahasa Amerika, Lackland, Texas Amerika Serikat, 1976

Kursus Airbone and Ranger, Fort Benning, Amerika Serikat, 1976

Kursus Lanjutan Perwira Infanteri, Fort Benning, Amerika Serikat, 1982-1983

Pada pelatihan kerja di Divisi Airbone ke-82, Fort Bragg, Amerika Serikat, 1983

Jungle Warfare School, Panama, 1983

Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984

Kursus Komando Batalyon, 1985

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, 1988-1989

Sekolah Staf Komando dan Umum, Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat

Master of Art (M.A.) dari Management Webster University, Missouri, Amerika Serikat

Doktor dalam Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), 2004

Profesor Ilmu Ketahanan Nasional dari Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), 2014

Biografi SBY, Biografi Susilo Bambang Yudhoyono, Biografi Presiden Indonesia, Biografi Presiden Indonesia Lengkap, Biografi SBY Lengkap, Biografi Susilo Bambang Yudhoyono Lengkap, Biografi Pemimpin Negara, Biografi Tokoh Penting, Koleksi Biografi Presiden, Profil Presiden Indonesia

Pada tahun 1973, ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai siswa lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan pencapaian tertinggi dikombinasikan dengan mental, fisik, dan kecerdasan intelektual. Periode 1974-1976, ia memulai karirnya di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, Kursus Bahasa Amerika (Lackland-Texas), Airbone dan Kursus Ranger (Fort Benning) di Amerika Serikat. https://juraganseliti.blogspot.com/2018/09/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html

Karirnya berlanjut pada periode 1976-1977 di Batalyon Infanteri Dan Tonpan 305 Kostrad, dan Mr. Mo 81 Batalyon Infantri Lintas Udara 330 Kostrad (1977), Pasi-2 / Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, dan Citizen Infantry Batalyon 330 Kostrad (1979 -1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Petugas Infanteri Kursus Lanjutan (Fort Benning) Amerika Serikat.

Pada tahun 1983, ia belajar di pelatihan di tempat kerja di Divisi Airbone ke-82 (Fort Bragg) Amerika Serikat, Sekolah Perang Hutan (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan mengejar karir di Komandan Infanteri Coaching School (1983-1985), dan Batalyon Infantri 744 Bendungan IX / Udayana (1986-1988), dan Bendungan Bendungan Paban Madyalat IX / Udayana (1988).

Pada periode 1988-1989, ia belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dan melanjutkan ke Akademi Staf Umum dan Komando AS (Fort Leavenwort) Amerika Serikat pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072 / Pamungkas Kodam IV / Diponegoro (1995) dan Kepala Pengamat Militer Pasukan Perdamaian PBB (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Lulusan Master of Art (M.A.) ini dari Manajemen Webster University Missouri juga mengejar karir di Kasdam Jaya (1996), dan Komandan II / Sriwijaya serta Ketua Bakorstanasda. Pada 1997, ia diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial TNI dengan pangkat Letnan Jenderal. Dia pensiun dari tentara pada 1 April 2001 karena pengangkatannya sebagai menteri.

Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang diadakan pada tanggal 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi MPR ABRI di Sesi Khusus MPR 1998. Pada tanggal 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Pada 26 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi dari penataan kembali kabinet. Abdurrahman Wahid.

Dengan dikeluarkannya Deklarasi Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus untuk mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan dan hukum secepat mungkin karena situasi politik darurat dihadapi oleh para pemimpin pemerintahan. Pada saat itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik sebagai keadaan darurat yang tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959.

Bahkan setahun setelah menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, atau lima hari setelah memegang mandat, ia didorong kembali pada 1 Juni 2001 oleh kreditor karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan Dewan Perwakilan Rakyat. Posisi pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan oleh presiden tidak pernah diterima.

Kabinet Gotong Royong yang dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mengangkatnya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menteri Koordinator Politik dan Keamanan) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dapat diandalkan oleh presiden, jabatan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ditinggalkan. 11 Maret 2004. mencapai puncak karier politik. Ketika Partai Demokrat diumumkan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2004.

Setelah mengundurkan diri dari kantor Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dan sejalan dengan Pemilihan Umum Anggota DPR 2004, DPD dan DPRD Indonesia tahun 2004, ia secara resmi berada di koridor Partai Demokrat. Kehadirannya di Partai Demokrat berhasil dalam pemilihan legislatif dengan memperoleh 7,45% suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.

Pada Kongres Partai Demokrat Luar Biasa yang diadakan di Bali pada 30 Maret 2013, Susilo Bambang Yudhoyono diangkat sebagai ketua Partai Demokrat, menggantikan Anas Urbaningrum.

Kemudian pada Kongres Demokrat IV yang diadakan di Hotel Shangri-La, Surabaya pada 12 Mei 2015, Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali sebagai Ketua untuk periode 2015-2020.

Dan Tonpan Infantri Yonif 330 Kostrad (1974-1976)
Dan Tonpan Batalyon 305 Kostrad (1976-1977)
Dan Bpk. Mo 81 Yonif 330 Kostrad (1977)
Pasi-2 / Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
Dan Kutipan dari Batalyon Linud 330 Kostrad (1979-1981)
Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
Komandan Sekolah Pelatihan Infanteri (1983-1985)
Dan Yonif 744 Dam IX / Udayana (1986-1988)
Paban Madyalat Sops Dam IX / Udayana (1988)
Dosen Seskoad (1989-1992)
Korspri Pangab (1993)
Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
Asops Kodam Jaya (1994-1995)
Danrem 072 / Pamungkas Kodam IV / Diponegoro (1995)
Kepala Pengamat Militer Pasukan Perdamaian PBB (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
Komandan Militer II / Sriwijaya (1996-1997) serta Ketua Bakorstanasda
Asospol Kassospol ABRI / wakil Ketua Fraksi ABRI MPR (Sesi Umum MPR 1998)
ABRI Kepala Polisi / Ketua Fraksi ABRI MPR (MPR 1998 Sesi Khusus)
Kepala Staf Teritorial (Kastor ABRI (1998-1999)
Menteri Pertambangan dan Energi (sejak 26 Oktober 1999)
Menteri Koordinator Jaminan Sosial Politik (Pemerintah Presiden KH Abdurrahman Wahid)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Pemerintah Presiden Megawati Sukarnoputri) mengundurkan diri pada 11 Maret 2004
Presiden Republik Indonesia (2004-2014)

Jenderal TNI (pensiunan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 memenangkan gelar doktor (Ph.D.) di bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan dalam ilmu politik dari Universitas Thammasat di Bangkok, Thailand. Dalam pidatonya, dia menekankan bahwa politik adalah seni perubahan dan transformasi dalam demokrasi yang damai. Dia tidak sepenuhnya yakin bahwa politik adalah ilmu.

Tri Sakti Wiratama (pencapaian tertinggi dikombinasikan dengan kecerdasan mental, fisik, dan intelektual), 1973
Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akademi Militer Indonesia 1973)
Satya Lencana Seroja, 1976
IOAC Graduate Honor, Amerika Serikat, 1983
Dwija Sista Satya Lencana, 1985
Lulusan terbaik adalah Seskoad Susreg XXVI, 1989
Dosen Terbaik Seskoad, 1989
Santi Dharma Satya Lencana, 1996
Satya Lencana Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB (UNPF), 1996
Satya Lencana Otoritas Transisi PBB di Slavonia Timur, Baranja, dan Sirmium Barat (UNTAES), 1996
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
Sayap Penerbangan Angkatan Udara, 1998
Sayap Kapal Selam TNI-AL, 1998
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
Bintang Dharma, 1999
Bintang Maha Putera Utama, 1999
Tokoh Bahasa Lisan Terbaik, 2003
Bintang Asia (Star of Asia) oleh BusinessWeek, 2005
Bintang Kehormatan Darjah Main Laila Religion oleh Sultan of Brunei, 2006
Sari Alam Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak oleh Komunitas Tanjung Alam dan Kerajaan Pewaris Pagaruyung, 2006
Seri Indra Setia Amanah Bangsa oleh Lembaga Adat Melayu di seluruh Provinsi Riau, 2007
Darjah Utama Seri Mahkota oleh Yang InPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin, 2008
Judul Adat Melayu Jambi oleh Lembaga Adat Melayu Jambi
100, 2009 Tokoh Berpengaruh Dunia dalam kategori Majalah TIME Pemimpin & Revolusioner, 2009
Patuan Sorimulia Raja oleh Angkola Puak Batak Institute, 2011
Ksatria Salib Agung dalam Ordo Pemandian oleh Ratu Elizabeth II, 2012
Bapak Demokrasi Indonesia oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, 2012
Warga Kehormatan Kota Quito oleh Walikota Quito, 2012
Profesor (Profesor) di bidang Ketahanan Nasional oleh Universitas Pertahanan Indonesia, 2014
Penghargaan atas berbagai upaya penting untuk memberantas korupsi, dari Forum Transparansi Anggaran (FITRA), 2014
Ordo Sikatuna dengan Pangkat Raja dalam kategori Grand Collar dari Pemerintah Filipina, 2014
Orde Temasek (Kelas Satu), dari Pemerintah Singapura, 2014
Penghargaan Kenegarawaan Global dari World Economic Forum (WEF), 2014
Penghargaan Jas Merah dari The Sukarno Center, 2014
Semeton Tamiu Utama Desa Pakraman Tampaksiring, 2014
Anakaji To Appamaneng Ri Luwu dari Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, 2014
Tominaa Ne Sando Tato, Judul Adat Tana Toraja, 2014

Susilo Bambang Yudhoyono juga telah dinominasikan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh. Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima gelar Doktor Honoris Causa sebanyak 12 kali, yaitu:

Honoris Causa Doctor in Law dari Webster University, Inggris. (2005)
Honoris Causa Doktor Politik dari Universitas Thammasat, Thailand. (2005)
Honoris Causa Doktor Pengembangan Pertanian Berkelanjutan dari Universitas Andalas, Indonesia. (2006)
Honoris Causa Doktor dalam Pemerintahan dan Media dari Keio University, Jepang. (2006)
Ekonomi Honoris Causa Doktor dari Universitas Tsinghua, Republik Rakyat Cina. (2012)
Honoris Causa Doctor in Peace dari University of North Malaysia. (2012)
Honoris Causa Doktor dalam Kepemimpinan dan Layanan Publik dari Nanyang University of Technology, Singapura. (2005)
Honoris Causa Doktor Hukum Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. (2013)
Honoris Causa Doctor dari Ritsumeikan University, Jepang. (2014)
Honoris Causa Doktor dalam Pendidikan dan Kebudayaan dari Soka University, Jepang. (2014)
Honoris Causa Doctor dari University of Western Australia, Perth (2015)
Honoris Causa Doktor Pembangunan Berkelanjutan dari Institut Teknologi Bandung (2016)

MPR dalam periode 1999-2004 mengamandemen UUD 1945 UUD 1945 untuk memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat. Pemilihan presiden dua tahap dimenangkan oleh 60,9% suara dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama rakyat, dan muncul sebagai Presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2004 dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia lebih unggul dari Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dalam pemilihan umum 2004.

https://juraganseliti.blogspot.com/2018/09/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html

Kabinet

Selama pelantikan pertamanya sebagai presiden, Yudhoyono mengumumkan kabinet barunya, yang akan dikenal sebagai Kabinet Indonesia Bersatu yang terdiri dari 36 menteri, termasuk anggota Partai Demokrat, Golkar dan PPP, PBB, PKB, PAN, PKP, dan PKS. Profesional juga disebutkan dalam kabinet, sebagian besar dari mereka mengambil layanan di bidang ekonomi. Militer juga disertakan, dengan 5 mantan anggota ditunjuk untuk kabinet. Seperti yang dijanjikan Yudhoyono selama pemilihan, empat kabinet yang ditunjuk adalah perempuan.

Kabinet Indonesia Indonesia II Yudhoyono diumumkan pada Oktober 2009 setelah dia terpilih kembali sebagai presiden pada awal tahun. Wakil presiden dalam kabinet kedua Yudhoyono adalah Dr. Boediono. Boediono menggantikan Jusuf Kalla yang merupakan wakil presiden Yudhoyono di kabinet pertama.

Pemilihan presiden diadakan di Indonesia pada 8 Juli 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenangkan lebih dari 60% (60,08%) suara di babak pertama, yang memungkinkannya untuk mengamankan pemilihan kembali tanpa putaran kedua. Yudhoyono secara resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilihan pada 23 Juli 2009, oleh Komisi Pemilihan Umum. Kandidat lainnya adalah Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri 26,79%, Partai Jusuf Kalla Golkar 12,41%.

pendidikan

Pada Juli 2005, Yudhoyono meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam program ini, pemerintah memberikan dana kepada kepala sekolah untuk membantu mengelola sekolah secara finansial. BOS dapat memberikan bantuan keuangan yang signifikan ke sekolah sehingga sekolah diharapkan dapat mengurangi biaya atau, jika mereka bisa, untuk menghilangkan biaya sama sekali. Pada Juni 2006, Yudhoyono meluncurkan Buku BOS yang menyediakan dana untuk pembelian buku.

Pada Januari 2005, Yudhoyono meluncurkan Asuransi Kesehatan untuk Kaum Miskin (Askeskin). Askeskin adalah program yang ditujukan untuk orang miskin yang memungkinkan mereka mengakses layanan kesehatan.

Meskipun ia telah memenangkan pemilihan presiden, Yudhoyono masih lemah di parlemen Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Demokrat, bahkan digabung dengan semua mitra koalisi mereka, memiliki perwakilan yang jauh lebih sedikit daripada Golkar dan PDI-P, yang memainkan peran oposisi.

Dengan diadakannya kongres nasional pada bulan Desember 2004, Yudhoyono dan Kalla pada awalnya didukung oleh Agung Laksono, pembicara yang menjadi ketua Golkar. Ketika Agung dianggap terlalu lemah untuk melawan Akbar, Yudhoyono dan Kalla memberikan dukungan mereka kepada Surya Paloh. Akhirnya, ketika Paloh dianggap terlalu lemah untuk melawan Akbar, Yudhoyono memberi lampu hijau bagi Kalla untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Golkar. Pada 19 Desember 2004, Kalla terpilih sebagai ketua baru Golkar.

Kemenangan Kalla menimbulkan dilema bagi Yudhoyono. Meskipun sekarang memungkinkan Yudhoyono untuk mengesahkan undang-undang, posisi baru Kalla berarti bahwa dia sekarang lebih kuat dari Yudhoyono dalam hal pengaruh di parlemen.

Setelah Tsunami 2004, Jusuf Kalla tampaknya atas inisiatifnya sendiri, dikumpulkan oleh Menteri dan menandatangani karya tersebut. Keputusan untuk memesan Wakil Presiden akan dimulai dalam rehabilitasi Aceh. Legalitas keputusan Wakil Presiden dipertanyakan meskipun Yudhoyono menyatakan bahwa dia telah memberi Kalla perintah untuk melanjutkan.

Pada bulan September 2005, ketika Yudhoyono pergi ke New York untuk menghadiri KTT tahunan PBB, ia meninggalkan Wakil Presiden Kalla. Yudhoyono mengadakan konferensi video dari New York untuk menerima laporan dari menteri. Kritik menyatakan bahwa ini adalah ekspresi ketidakpercayaan oleh Yudhoyono. Tampaknya publik melihat momentum ketika Kalla hanya muncul untuk konferensi video dan kemudian menghabiskan sisa waktu mengurus masalah Golkar.

Tuduhan persaingan muncul kembali pada Oktober 2006 ketika Yudhoyono membentuk Unit Kerja Presiden untuk Organisasi Program Reformasi (UKP3R). Dia bertugas memperbaiki kondisi untuk investasi bisnis, melaksanakan diplomasi dan administrasi pemerintahan, meningkatkan kinerja BUMN, memperluas peran usaha kecil dan menengah, dan meningkatkan penegakan hukum secara keseluruhan. UKP3R dipimpin oleh Marsillam Simanjuntak, yang menjabat sebagai Jaksa Agung selama Kepresidenan Abdurrahman Wahid.

Pada bulan Februari 2007, Yudhoyono menambahkan kesejahteraan pada tugas UKP3R dengan memerintahkan mereka untuk juga fokus pada pengentasan kemiskinan, bantuan tunai langsung, layanan publik dan program-program bantuan di sektor kesehatan dan pendidikan. Ada dugaan bahwa ini adalah upaya Yudhoyono untuk mengeluarkan Kalla dari pemerintah. Yudhoyono dengan cepat menjelaskan bahwa dalam mengawasi UKP3R, dia akan dibantu oleh Kalla.

Pemberantasan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) merupakan prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Mengatasi bahaya narkoba, perjudian dan perdagangan manusia juga merupakan beban berat yang membutuhkan kerja keras dengan kepemimpinan dan rakyat.

https://juraganseliti.blogspot.com/2018/09/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html

Selama masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dll. Semua ini merupakan tantangan tambahan bagi seorang presiden yang masih berjuang dengan upaya untuk memulihkan kehidupan ekonomi negara itu. untuk kesejahteraan rakyat.

Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk Unit Kerja Presiden untuk Manajemen dan Reformasi Program (UKP4R), sebuah kepresidenan yang diketuai oleh Marsilam Simandjuntak pada saat pembentukannya pada tanggal 26 Oktober 2006. Lembaga ini pada awalnya ditantang oleh Partai Golkar bersama dengan masalah yang Wakil Presiden Jusuf tidak terlibat. Kalla dalam pembentukannya dan masalah pembentukan UKP4R untuk memotong otoritas Wakil Presiden, tetapi akhirnya diterima setelah SBY sendiri menjelaskannya dalam sebuah pernyataan pers.

Layanan SMS Presiden

Sekitar Juni 2005, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor ponsel 0811109949, tetapi hari berikutnya ada masalah teknis karena jumlah SMS yang masuk. Kemudian diganti dengan SMS ke 9949, setelah itu SMS akan dipilih dan diserahkan kepada presiden. Nomor 9949 adalah kode nomor untuk tanggal lahir, (9 September 1949).

Pada tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirim SMS ke publik dengan nama pengirim Presiden Republik Indonesia tentang pencegahan narkoba. Kebenaran dari SMS ini telah dikonfirmasi dan juru bicara Presiden menyatakan bahwa berbagai SMS akan mengikuti.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *