Cerita Rakyat Lengkap Cindelaras | Kumpulan Sejarah


108
108 points
Cerita Rakyat Lengkap Cindelaras | Kumpulan Sejarah

Lengkap Cerita Rakyat Cindelaras. Cindelaras adalah cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur. Kisah ini menceritakan tentang seorang anak lelaki bernama Cindelaras dan ayam jantannya. Cindelaras memiliki ayam yang tak terkalahkan. Ayam ini menyatukan Cindelaras dan Raden Putra, ayah dari Cindelaras.

Suatu hari hiduplah seorang raja bernama Raden Putra bersama kedua istrinya. Raden Putra memimpin kerajaan Jenggala. Istri muda Raden Putra merasa iri dengan istri lamanya karena dia merasa lebih pantas menjadi permaisuri. Istri muda itu mendapat ide untuk mengambil posisi permaisuri dari istri tua Raden Putra. Dia berkolaborasi dengan seorang dukun bayi untuk menjatuhkan istri lama dari posisi permaisuri.

Lengkap Cerita Rakyat Cindelaras

Baca juga:

Istri muda pura-pura sakit. Mengetahui istri muda itu sakit, Raden Putra mencari dukun yang bisa menyembuhkan penyakit istri muda. Dukun yang dicari tiba di istana. Dukun itu rupanya seorang dukun yang disuruh oleh istri mudanya untuk membuat pernyataan palsu tentang penyebab penyakit yang diderita oleh istri muda itu. Dukun mengatakan bahwa istri muda itu sakit karena dia tidak disukai oleh seseorang dan orang itu meracuni makanan istri muda itu. Orang itu adalah istri tua Raden Putra. Raden Putra marah dan mengatakan kepada gubernur untuk membawa permaisuri ke hutan dan membunuhnya di sana.

Namun, sang patih percaya bahwa permaisuri tidak melakukan itu dan dia juga tahu kelicikan istri muda itu. Patih tidak membunuh istri tua tetapi melepaskannya di hutan. Patih mengatakan kepada permaisuri untuk dapat bertahan hidup di hutan. Permaisuri bersyukur atas kebaikan para patih dan dia bertahan di hutan. Suatu hari istri tua Raden Putra memberi seorang putra bernama Cindelaras. Dia adalah anak yang cerdas dan mudah bergaul. Dia berteman dengan penghuni hutan.

Suatu hari Cindelaras bermain di hutan, tiba-tiba seekor elang menjatuhkan telur. Telur pecah dan seekor ayam keluar dengan suara aneh. Ayam mengatakan bahwa Cindelaras adalah putra Raden Putra. Cindelaras menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Namun, ibunya mengatakan bahwa Cindelaras adalah orang biasa dan bukan keturunan raja. Dia berusaha mencegah Cindelaras dari mengetahui itu. Namun, akhirnya sang ibu mengatakan yang sebenarnya kepada Cindelaras. Cinderalas juga berniat untuk pergi ke kerajaan Jenggala.

Di tengah jalan, Cindelaras bertemu dengan orang-orang yang menonton sabung ayam. Cindelaras menantang pemilik ayam yang bertaruh di sana dan mereka menerima tantangan Cindelaras. Ternyata tidak satu ayam pun yang bisa mengalahkan ayam Cindelaras. Ayam Cindelaras juga dikenal sebagai ayam yang tak terkalahkan. Berita ini sampai di istana Raden Putra. Raden Putra mengundang Cinderlaras untuk datang ke istana dan menantang ayam Cindelaras. Raden Putra bertaruh bahwa jika ayamnya hilang maka dia akan menyerahkan semua kekayaannya. Namun, jika ayam Cindelaras dikalahkan maka Cindelaras harus rela kepalanya dipotong. Cindelaras juga menyetujui itu.

Pertarungan antara ayam Cindelaras dan ayam Raden Putra terjadi. Cindelaras Chicken memenangkan pertandingan. Ayam itu kemudian mengeluarkan suara aneh yang mengatakan bahwa Cindelaras adalah putra Raden Putra. Raden Putra terkejut mendengarnya. Dia meminta Cindelaras untuk mengkonfirmasi ini. Tidak lama kemudian, istri tua Raden Putra datang dan menjelaskan bahwa Cindelaras adalah putra Raden Putra. Raden Putra menyesal atas keputusan yang diambilnya. Dia juga menghukum seorang istri muda dan seorang dukun bayi yang memfitnah istri tua Raden Putra.

Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja bernama Raden Putra. Dia ditemani oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cemburu dan iri hati. Raja Putra dan kedua istrinya tinggal di sebuah istana yang sangat megah dan damai. Sampai suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk untuk permaisuri raja. Ini dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri.

Raja selir kemudian berkonspirasi dengan satu dokter istana untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Selirmu pura-pura sakit parah. Tabib istana kemudian segera memanggil Raja. Setelah memeriksa selir, dokter mengatakan bahwa seseorang telah memasukkan racun ke dalam minuman sang putri. "Orang itu tidak lain adalah Permaisuri Raja sendiri," kata tabib. Raja menjadi marah setelah mendengarkan penjelasan dokter. Dia segera memerintahkan patih untuk melemparkan permaisuri ke hutan dan membunuhnya.

Sang Patih segera membawa permaisuri hamil ke tengah hutan belantara. Tapi, gubernur yang bijak tidak ingin membunuh permaisuri. Rupanya si patih sudah tahu niat jahat selir itu. "Sang putri tidak perlu khawatir, saya akan melaporkan kepada Yang Mulia bahwa sang putri telah membunuh saya," kata sang patih. Untuk mengelabui raja, sang patih mengayunkan pedangnya dengan darah kelinci yang telah ditangkapnya. Raja puas ketika patih melaporkan bahwa dia telah membunuh permaisuri.

Setelah beberapa bulan di hutan, permaisuri melahirkan seorang putra. Dia memberi anak itu nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil, ia telah berteman dengan binatang yang tinggal di hutan. Suatu hari, saat sibuk bermain, seekor elang menjatuhkan telur ayam. Cindelaras kemudian mengambil telur dan bermaksud untuk menetas. Setelah 3 minggu, telur itu menetas menjadi cewek yang sangat imut. Cindelaras merawat anak-anaknya dengan rajin. Seiring berjalannya waktu, anak-anak ayam tumbuh menjadi ayam yang tampan dan kuat. Tapi ada satu hal aneh tentang ayam itu. Suara ayam gagak berbeda dengan ayam lainnya. "Kukuruyuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan, atap daun kelapa, ayahnya Raden Putra …", kokok ayam

Cindelaras sangat kagum mendengar ayam gagak dan segera menunjukkannya kepada ibunya. Kemudian, ibu Cindelaras menceritakan tentang asal mula mengapa mereka berada di hutan. Mendengar kisah ibunya, Cindelaras bertekad untuk pergi ke istana dan mengungkapkan kejahatan selir raja. Setelah izin ibunya, Cindelaras pergi ke istana ditemani ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyisir ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para cockfitter. "Ayolah, kalau kamu berani, lawan ayammu dengan ayamku," dia menantang. "Baiklah," jawab Cindelaras. Saat diadu, ternyata ayam Cindelaras bertarung perkasa dan dalam waktu singkat, ia bisa mengalahkan lawannya. Setelah diadu beberapa kali, ayam Cindelaras tidak terkalahkan.

Berita tentang kehebatan Ayam cindelaras menyebar dengan cepat untuk sampai ke Istana. Raden Putra akhirnya mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra mengatakan kepada komandannya untuk mengundang Cindelaras ke istana. "Aku menghadapi keagunganmu," kata Cindelaras sopan. "Bocah ini tampan dan pintar, sepertinya dia bukan keturunan orang biasa," pikir raja. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia memenggal kepalanya, tetapi jika ayamnya dimenangkan, maka setengah dari aset Raden Putra miliknya ke Cindelaras.

Kedua ayam itu bertempur dengan gagah berani. Namun dalam waktu singkat, Ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam raja. Para penonton bersorak-sorai menghibur Cindelaras dan ayamnya. "Yah, aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapa kamu sebenarnya, anak muda?" Tanya Yang Mulia Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tak berapa lama ayam akan langsung berdering. "Kukuruyuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan, atap daun kelapa, ayahnya Raden Putra …," ayam jantan berkokok berulang kali. Raden Putra kaget mendengar kokok ayam Cindelaras. "Apakah itu benar-benar?" Tanya raja dengan takjub. "Benar, Baginda, nama pelayan Cindelaras, ibuku adalah Permaisuri Raja."

Pada saat yang sama, sang patih segera menghadapi dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya terjadi pada permaisuri. "Saya telah melakukan kesalahan," kata Raja Raden Putra. "Aku akan memberikan hukuman yang pantas untukku," lanjut raja dengan amarah. Kemudian, selir Raden Putra terlempar ke dalam hutan. Raden Putra segera memeluk putranya dan meminta maaf atas kesalahannya. Setelah itu, Raden Putra dan komandan segera mengambil permaisuri ke hutan. Akhirnya Raden Putra, Permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal, Cindelaras menggantikan posisi ayahnya. Dia memerintah negaranya dengan adil dan bijaksana.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *