Duet Dinamis | langitselatan


85
85 points
Duet Dinamis | langitselatan

Serupa dengan kita yang ingin melepas lapisan luar pakaian karena panas di musim kemarau, planet-planet juga melepaskan lapisan luar atmosfer ketika mereka panas!

Ilustrasi bintang dan planet kerdil putih yang menyerupai Neptunus. Kredit: ESO / M. Kornmesser

Ilustrasi bintang dan planet kerdil putih yang menyerupai Neptunus. Kredit: ESO / M. Kornmesser

Dengan teleskop besar di gurun Chili, para astronom telah menemukan planet raksasa yang melepaskan atmosfer luarnya!

Tapi, planet ini bukan planet biasa.

Planet ini unik karena merupakan planet pertama yang mengorbit katai putih, bintang-bintang lainnya seperti Matahari.

Ketika bintang seperti Matahari benar-benar membakar semua bahan bakarnya, maka bintang itu akan runtuh, Materi di pusat bintang berada di bawah tekanan dan memadat menjadi bola kecil yang sangat berat. Bola ini dikenal sebagai bintang katai putih. Katai putih juga kehilangan lapisan gas luarnya ke langit.

Tanpa diduga, kurcaci putih ini ternyata memiliki planet. Penemuan ini juga setelah para astronom menyelidiki sekitar 7000 bintang katai putih yang diamati dalam Sloan Digital Sky Survey. Setelah menganalisis bahkan perubahan sangat kecil pada cahaya bintang, jejak sejumlah senyawa kimia belum pernah terlihat sebelumnya di white dwarf.

Untuk lebih jelasnya, para astronom juga membuat lebih banyak pengamatan pada bintang ini dengan teleskop VLT di gurun Chili. Hasilnya, mereka menemukan jejak oksigen dan belerang dalam gas yang bergerak ke kerdil putih. Jadi gas yang ditemukan bukan dari bintang.

Pertanyaannya adalah, jika bukan dari katai putih, dari mana gas itu berasal. Tentu saja ada benda lain yang melepaskan gas. Rupanya, gas tersebut berasal dari gas yang menguap atau melarikan diri dari planet raksasa. Jadi, jumlah oksigen dan gas belerang yang ditemukan hampir sama dengan planet-planet Neptunus dan Uranus.

Kami tidak melihat oksigen dan sulfur keluar dari Neptunus dan Uranus karena kedua planet ini jauh dari Matahari. Jadi, keduanya termasuk dalam kategori planet es Tapi, jika planet raksasa ini dekat dengan bintang, maka radiasi ultraviolet yang sangat kuat dari bintang akan merobek lapisan luar planet dan beberapa gas akan tertarik ke warna putih. bintang kerdil.

Ini adalah planet pertama yang mengalami penguapan yang ditemukan di katai putih yang sukunya 28.000 ºC atau 5 kali lebih panas dari Matahari!
Planet di sekitarnya ternyata menjadi planet es dua kali ukuran bintang. Karena planet ini mengorbit dari jarak yang sangat dekat, hanya perlu 10 hari untuk mengelilingi bintang. Dan karena dekat juga, bintang yang luar biasa panas membuat planet kehilangan atmosfernya.

Sebagian besar gas keluar tetapi beberapa ditarik ke dalam disk di sekitar bintang. Dalam satu detik, planet ini dapat kehilangan 3.000 ton gas. Itu setara dengan 2,7 juta kg gas per detik!

Nah, cakram gas inilah yang dilihat para astronom. Jika tidak ada gas yang ditarik ke bintang, planet seperti Neptunus tidak akan pernah terlihat.

Sepasang planet dan kerdil putih ini bisa menjadi petunjuk bagaimana tata surya kita akan berubah setelah Matahari menjadi kerdil putih kecil.

Fakta Menarik

Katai putih adalah salah satu objek tertua di Semesta karena tahap ini adalah tahap akhir kehidupan sebagian besar bintang (termasuk Matahari).

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *