Fenomena Langit Bulan Desember 2019


92
92 points
Fenomena Langit Bulan Desember 2019

Pada akhir 2019, planet-planet mulai menghilang dari pandangan. Hujan meteor Geminid dan Ursid masih menjadi daya tarik yang menarik, tetapi bintang itu adalah Cincin Gerhana Matahari setelah Natal 2019!

Ring Solar Eclipse pada 26 Januari 2009 di Lampung. Foto: Jeff teng

Ring Solar Eclipse pada 26 Januari 2009 di Lampung. Foto: Jeff teng

Planetvv

Merkuri & Mars. Duo planet ini dapat diamati sebelum fajar. Merkurius, yang bergerak dari Libra ke Ophiuchus dan Sagitarius, dapat diamati hingga pertengahan Desember sebelum menghilang di balik matahari yang cerah.

Sementara itu, planet merah Mars dapat diamati selama Desember. Mars yang tampaknya bergerak dari Virgo ke Libra akan bertemu Bulan menjelang Malam Natal.

Venus, Jupiter & Saturnus. Ketiga planet ini masih bisa diamati setelah Matahari terbenam di ufuk barat. Venus, Bintang Fajar, terus naik di cakrawala barat dan dapat diamati sepanjang Desember. Menjelang akhir Desember, Venus, yang tampaknya bergerak dari Sagitarius ke Capricorn, lewat di dekat Bulan.

Jika Venus dapat diamati selama Desember, Jupiter dan Saturnus yang berada di Sagitarius sebenarnya perlahan meninggalkan langit malam. Kedua planet raksasa terus turun setelah Matahari. Jupiter hanya dapat diamati hingga pertengahan Desember, sementara Saturnus masih dapat diamati hingga akhir bulan meskipun posisinya sudah cukup rendah di ufuk barat.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika Anda ingin melihat dua planet es. Selama bulan Desember, Uranus dan Neptunus dapat diamati dari matahari terbenam hingga lewat tengah malam. Uranus dapat ditemukan di Aries, sementara Neptunus berada di konstelasi Aquarius.

Bulan

Fase Bulan selama Desember 2019. Kredit: Fajar Ariadi / Langitan Selatan

Fase Bulan selama Desember 2019. Kredit: Fajar Ariadi / Langitan Selatan

Bulan masih menjadi daya tarik yang menarik untuk dilihat karena kecerahannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet-planet juga merupakan suguhan menarik lainnya.

4 Desember Awal Perbani Bulan. Bulan akan muncul dari matahari terbenam hingga tengah malam ketika bulan terbenam. Pengamat langit dapat menikmati langit bebas bulan dari tengah malam hingga dini hari.

5 Desember. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.446 km

12 Desember. Bulan purnama. Bulan akan berada di atas ufuk dari matahari terbenam hingga fajar. Kesempatan yang bagus untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase bulan purnama, bulan akan perlahan-lahan bergeser saat malam naik.

19 Desember. Akhir Perbani Akhir. Bulan terbit pada tengah malam dan terbenam pada siang hari. Bulan terlihat dari tengah malam hingga fajar.

19 Desember. Bulan perigee. Bulan mencapai jarak terdekat ke Bumi, 370.265 km.

26 Desember. Bulan baru. Waktunya untuk observasi. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Waktu yang tepat untuk melakukan astrophotography Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi Bulan dan Matahari akan muncul sepanjang hari. Pengamat dapat menikmati planet-planet tanpa campur tangan cahaya Bulan.

Pada saat Bulan Baru pada tanggal 26 Desember, ada Cincin Gerhana Matahari karena Bulan persis berada di garis antara Bumi dan Matahari.

Hujan Meteor

13-14 Desember – Hujan Meteor Geminid

Puncak hujan meteor Geminid 13-14 Desember 2019 pukul 21.30 WIB. Kredit: Star Walk

Puncak hujan meteor Geminid 13-14 Desember 2019 pukul 21.30 WIB. Kredit: Star Walk

Hujan meteor Geminid akan mencakup seri hujan meteor tahunan pada tahun 2019. Geminid memang merupakan daya tarik yang menarik di langit malam dengan 120 meteor per jam saat mencapai maksimum.

Hujan meteor yang tampaknya berasal dari rasi bintang Gemini berlangsung dari 4-17 Desember dengan intensitas maksimum akan terjadi pada 14 Desember. Hujan meteor Geminid yang berjalan pada kecepatan 35 km / detik, dapat dinikmati oleh kehadirannya setelah konstelasi Gemini naik antara 20:00 WIB. Bulan cembung besar yang naik bersama ke arah kedatangan Geminid akan menjadi sumber polusi cahaya alami di langit sehingga tidak mudah bagi pengamat untuk melakukan pengamatan.

22-23 Desember – Hujan Meteor Ursid

Puncak hujan meteor Ursid 22-23 Desember 2019 pada 05: 46WIB. Kredit: Star Walk

Puncak hujan meteor Ursid 22-23 Desember 2019 pada 05: 46WIB. Kredit: Star Walk

Hujan meteor Ursid akan menjadi daya tarik terakhir pada tahun 2019. Hujan meteor Ursid, yang berlangsung 17-26 Desember, akan muncul dari rasi bintang Ursa Minor. Artinya, hanya pengamat di belahan bumi utara atau di atas garis khatulistiwa yang dapat menikmati lintasan meteor Ursid. Rasi bintang Ursa Minor akan diterbitkan setelah tengah malam untuk pengamat di belahan bumi utara. Bagi pengamat di Belahan Bumi Selatan, Ursa Minor naik hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi hujan meteor Ursid tidak akan diamati oleh pengamat yang hidup di bawah khatulistiwa.

Puncak hujan meteor Ursid terjadi pada 23 Desember 2019 dan meteor yang melintas di langit akan bergerak dengan kecepatan 33 km / jam. Pada malam hari puncak pengamat hanya bisa melihat 10 meteor per jam dari sisa komet 8P / Tuttle dilintasi Bumi.

Gerhana

26 Desember – Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari Terbanyak Dilihat dari Bandung 26 Desember 2019 pukul 12:06 WIB. Credir: Star Walk

Gerhana matahari Terbanyak Dilihat dari Bandung 26 Desember 2019 pukul 12:06 WIB. Credir: Star Walk

Musim gerhana 2019 ditutup dengan Ring Solar Eclipse (GMC). Gerhana matahari terakhir pada 2019 akan menjadi momen paling ditunggu oleh pengamat di Indonesia. Jalur lingkar dari GMC 26 Desember 2019 akan melintasi beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Di antaranya adalah Singkil, Tarutung, Padangsidempuan, Duri, Batam, Siak, Karimunbesar, Tanjung Batu, Bintan, Tanjung Pinang, Singkawang, Pemangkas, Entikong, Sambas, dan Tanjung Selor. Daerah lain yang termasuk dalam cincin adalah Semenanjung Arab, Singapura dan Sarawak.

Pengamat di luar jalur cincin yang dapat menikmati gerhana matahari sebagian meliputi seluruh wilayah di Indonesia, negara-negara di Afrika timur laut, Arab, Asia, dan Australia.

Lokasi pertama untuk memulai gerhana sebagian (P1): 09: 29: 43.5 WIB
Lokasi pertama untuk memulai gerhana cincin (U1): 10:34:43 WIB
Maksimal: 12:17:36 WIB
Lokasi terakhir dari akhir gerhana cincin (U4): 14:00:53 WIB
Lokasi terakhir dari akhir gerhana parsial (P4): 15:05:36 WIB

Cincin gerhana matahari puncak terpanjang terjadi di wilayah Siak, Riau, yaitu 3 menit 39 detik. Untuk cincin gerhana matahari di kota-kota besar di Indonesia bisa dibaca di Gerhana.Info.

Peristiwa

11 Desember – Venus – Saturnus

Pasangan Venus dan Saturnus 11 Desember 2019 pukul 18:30 WIB

Pasangan Venus dan Saturnus 11 Desember 2019 pukul 18:30 WIB. Kredit: Star Walk

Venus dan Saturnus akan muncul bersama di rasi Sagitarius setelah matahari terbenam. Keduanya tampak terpisah 1,8º di ufuk barat pada ketinggian 26º, dan dapat diamati sampai keduanya berjalan beriringan pada pukul 20:02 (Saturnus) dan 20:05 (Venus).

22 Desember – Solstice (Winter Solstice – Belahan bumi utara; Summer Solstice – Belahan Bumi Selatan)

Ekuinoks dan Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: Tenggara

Ekuinoks dan Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: Tenggara

Titik balik musim dingin untuk orang-orang di belahan bumi utara dan titik balik musim panas untuk orang-orang di belahan bumi selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan bumi selatan, ini adalah hari terpanjang dan bagi mereka di utara, ini adalah malam terpanjang.

Titik balik musim dingin akan terjadi pada 22 Desember pukul 11:05 WIB, ketika Matahari berada di konstelasi Capricorn.

23 Desember – Bulan – Mars

pasangan Bulan dan Mars jelang fajar 23 Desember 2019 pukul 04:30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan dan Mars jelang fajar 23 Desember 2019 pukul 04:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tua akan kawin dengan Mars karena keduanya diterbitkan bersamaan sebelum fajar. Bulan terbit pertama kali pada 02:46 WIB diikuti oleh Mars pada 02:55 WIB. Keduanya hanya berjarak 4,6º dan dapat diamati di cakrawala timur hingga subuh pukul 05:33 WIB.

27 Desember – Bulan – Saturnus

Pasangan Bulan dan Saturnus 27 Desember 2019 pukul 18.30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan dan Saturnus 27 Desember 2019 pukul 18.30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis yang hanya berumur 1 hari akan berpasangan dengan Saturnus, planet cincin. Keduanya dapat ditemukan terpisah 1,2º di konstelasi Sagitarius pada ketinggian tidak lebih dari 11º di ufuk barat setelah matahari terbenam. Bulan dan Saturnus dapat diamati hingga sekitar 19:11 WIB.

28 Desember – Konjungsi Superior Jupiter

Konjungsi Jupiter. Kredit: Tenggara

Konjungsi Jupiter. Kredit: Tenggara

Jupiter berada pada jarak terjauh dari Bumi. Saat berhubungan dengan Matahari, Jupiter akan berada di sisi berlawanan dari Bumi dengan Matahari di antaranya. Bagi pengamat, Jupiter akan menghilang dari langit malam. Planet raksasa ini akan bangkit dan terbenam bersama dengan Matahari.

29 Desember – Bulan – Venus

Pasangan Bulan dan Venus 29 Desember 2019 pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan dan Venus 29 Desember 2019 pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit dan Venus adalah atraksi yang menghiasi langit sejak matahari terbenam. Keduanya hanya berjarak 1º dengan ketinggian 29º di ufuk barat saat matahari terbenam. Bulan dan Venus dapat diamati sampai keduanya berjalan beriringan, Venus tenggelam pertama kali pada 20:25 WIB diikuti oleh Bulan pada 2: 49 WIB.

Rasi bintang & Bimasakti

Awal Desember adalah waktu terbaik untuk dapat menikmati keindahan langit malam saat Bulan mendekati fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah matahari terbenam hingga tengah malam, ada Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquila, Deneb di rasi Cygnus, Archenar di rasi Eridanus, Rigel dan Betelguese di rasi Rion, Aldebaran di rasi Taurus, Canopus di rasi Carina , Capella di Auriga, Sirius di rasi bintang Canis Major, Procyon di rasi bintang Canis Minor, Castor dan Pollux di Gemini.

Setelah tengah malam hingga dini hari ada Rigil Kentaurus dan Hadar di rasi Centaurus, Regulus di rasi Leo, dan Arcturus di rasi Boot,

Bintang-bintang cukup terang untuk digunakan sebagai panduan dalam pengamatan.

1 Desember 2019 Peta Bintang

<img width = "640" height = "640" src = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Desember 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-1-30016 "srcset =" https: //i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/12 / 20191201_1900_Skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019/12 / 20191201_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i0.wp .com / langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/12 / 20191201_1900_Skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2019/12/20191 201_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30016 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/ 12/02 / fenomena-langit-bulan-desember- 2019 / 20191201_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "1"} "data-image-title =" 20191201_1900_Skychart "data-image-description ="

1 Desember 2019 Peta Bintang pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191201_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

1 Desember 2019 Peta Bintang pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium


1 Desember 2019 Peta Bintang pada 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Desember 2019

<img width = "640" height = "641" src = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C641&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-2-30015 "srcset =" https: //i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/12 / 20191215_1900_Skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019/12 / 20191215_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart.jpg?resize=768%2C769&ssl=1 768w, https: //i0.wp .com / langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/12 / 20191215_1900_Skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2019/12/2019 1215_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "siz es =" (maks-lebar: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30015 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/ 12/02 / fenomena-langit-bulan-desember- 2019 / 20191215_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart. jpg? fit = 800% 2C801 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.801 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-gambar-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "1"} "data-image-title =" 20191215_1900_Skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C641&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dijelaskan oleh =" gallery-2-30014 "srcset =" https: //i2.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/12 / 20191215_2359_Skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019/12 / 20191215_2359_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i2.wp .com / langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/12 / 20191215_2359_Skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2019/12 // 201 91215_2359_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "siz es =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30014 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/ 12/02 / fenomena-langit-bulan-desember- 2019 / 20191215_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "1"} "data-image-title =" 20191215_2359_Skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/12/20191215_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Desember 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Kampanye Langit Gelap

18 – 27 Desember – Kampanye Globe at Night

Pada bulan Desember, Kampanye Globe At Night untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek polusi cahaya diadakan dari 18-27 Desember. Pengamat diajak mengamati rasi bintang yang telah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang-bintang yang bisa dilihat di rasi bintang. Berapa banyak bintang yang dapat dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di daerah tersebut.

Untuk kampanye November, pengamat di langit utara diundang untuk mengamati konstelasi Perseus, sementara di belahan bumi selatan konstelasi Grus diamati. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak bintang di rasi bintang yang terlihat.

Pengamat dapat menggunakan modul yang telah disediakan untuk mengidentifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasi mereka.

Langit cerah!

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *