Fenomena Langit Bulan Februari 2020


92
92 points
Fenomena Langit Bulan Februari 2020

Nikmati kehadiran planet ini saat fajar dan senja di bulan Februari. Ada Mars, Jupiter, Saturnus saat fajar dan Merkurius dan Venus setelah matahari terbenam.

Orion Belt dari Dayang Resort. Difoto di Star Party. Kredit: Alif Husnul Fikri

Orion Belt dari Dayang Resort. Difoto di Star Party. Kredit: Alif Husnul Fikri

Planet

Merkuri & Venus. Duo planet terdekat dapat diamati setelah matahari terbenam. Hingga pertengahan Februari, planet Merkurius naik dari rasi bintang Capricorn ke Aquarius ke titik tertinggi di ufuk barat sebelum kemudian menghilang di bawah sinar matahari. Sementara itu, Venus dapat diamati selama bulan Februari berkeliaran dari Pisces ke Aquarius. Bintang Fajar akan bertemu Bulan pada akhir Februari.

Mars, Jupiter & Saturnus. Ketiga planet ini dapat diamati sepanjang Februari meskipun pada awal Februari, Saturnus masih cukup rendah di ufuk timur. Mars akan melihat ke bawah menuju cakrawala timur dari Ophiuchus ke Sagittarius untuk melihat Jupiter dan Saturnus di konstelasi pemanah pada bulan Februari. Mendekati akhir Februari, Bulan akan berpapasan dengan tiga planet secara bergantian.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika Anda ingin melihat dua planet es. Selama bulan Februari, Uranus dan Neptunus dapat diamati setelah matahari terbenam. Uranus dapat diamati hingga hampir tengah malam di awal Februari dan terus bergeser ke 21:00 WIB. Neptunus juga. Planet ini dapat diamati hingga 20:21 WIb pada awal Februari, dan terus bergeser ke 18: 34WIB pada akhir Februari. Uranus dapat ditemukan di Aries, sementara Neptunus berada di konstelasi Aquarius.

Bulan

Bulan masih menjadi daya tarik yang menarik untuk dilihat karena kecerahannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet-planet juga merupakan suguhan menarik lainnya.

Fase Bulan selama Februari 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Fase Bulan selama Februari 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Februari 2. Bulan Perbani Awal. Bulan akan muncul dari matahari terbenam hingga tengah malam ketika bulan terbenam. Pengamat langit dapat menikmati langit bebas bulan dari tengah malam hingga dini hari.

9 Februari. Bulan purnama. Bulan akan berada di atas ufuk dari matahari terbenam hingga fajar. Kesempatan yang bagus untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase bulan purnama, bulan akan perlahan-lahan bergeser saat malam naik.

11 Februari. Bulan perigee. Bulan mencapai jarak terdekat ke Bumi, 360.461 km.

16 Februari Akhir Perbani Akhir. Bulan terbit pada tengah malam dan terbenam pada siang hari. Bulan terlihat dari tengah malam hingga fajar.

23 Februari. Bulan baru. Waktunya untuk observasi. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Waktu yang tepat untuk melakukan astrophotography Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi Bulan dan Matahari akan muncul sepanjang hari. Pengamat dapat menikmati planet-planet tanpa gangguan dari cahaya Bulan.

26 Februari Bulan pada titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.278 km

Hujan Meteor

8 – 9 Februari – Hujan Meteor alpha Centaurid

Centaurid alpha minor meteor shower pada 9 Februari pukul 01:00 WIB. Kredit: Star Walk

Centaurid alpha minor meteor shower pada 9 Februari pukul 01:00 WIB. Kredit: Star Walk

Pada bulan Februari, ada hujan meteor kecil yang dapat diamati. Hujan meteor alpha centaurid yang akan muncul berasal dari konstelasi Centaurus. Hujan meteor ini berlangsung dari 28 Januari hingga 21 Februari, dengan laju maksimum terjadi pada 9 Februari pukul 02:00 WIB. Pada puncaknya, pengamat dapat melihat 6-7 meteor per jam dan bergerak dengan kecepatan 58 km / detik.

Meteor alfa Centaurid dapat diamati mulai pukul 21.47 ketika rasi bintang Centaurus naik di timur, dan dapat diamati hingga fajar. Alpha Centaurid mencapai titik kulminasinya sebelum pukul 05:00 WIB.

Bulan purnama dengan 98% cakram terang sepanjang malam akan menjadi polusi cahaya utama yang mengganggu perburuan hanya 7 meteor per jam.

14 Februari – Hujan Meteor Theta Centaurid

Centaurid theta minor meteor shower pada 14 Februari pukul 01:00 WIB. Kredit: Star Walk
Selain hujan meteor alpha Centaurid, hujan meteor kecil lainnya juga tampaknya berasal dari rasi yang sama, rasi Centaurus. Centaurid theta shower meteor yang berlangsung. Hujan meteor ini berlangsung dari 23 Januari hingga 12 Maret, dengan laju maksimum terjadi pada 14 Februari. Di puncaknya, pengamat dapat melihat 4 meteor per jam dan bergerak dengan kecepatan 66 km / detik.

Meteor alfa Centaurid dapat diamati mulai pukul 22:00 ketika konstelasi Centaurus naik di timur, dan dapat diamati hingga subuh. Bulan cembung yang besar dan terang akan menjadi polusi cahaya utama yang mengganggu perburuan hanya 4 meteor per jam.

Peristiwa

10 Februari – Perpanjangan Maksimum Merkuri Timur

Waktu terbaik dari Elongation of Mercury. Kredit: jalur selatan "width =" 640 "height =" 360

Perpanjangan Timur terbesar Merkurius. Kredit: Tenggara

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimum ke Bumi. Perpanjangan Timur maksimum yang dicapai oleh Merkurius adalah 18,2º. Yaitu, Merkurius akan berada 18,2 di sebelah barat Matahari. Merkuri di rasi Aquarius dapat diamati dengan kecerahan -0,5 magnitude setelah matahari terbenam hingga 19:15 WIB.

19 Februari – Bulan – Mars

Pasangan Crescent dan Mars pada 19 Februari pukul 3.30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Crescent dan Mars pada 19 Februari pukul 3.30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit yang tipis dan Mars melintas mendekati 0,75º. Mars naik pertama pada 01:50 WIB diikuti oleh Bulan pada 02:05 WIB. Bulan dan Mars dapat diamati hingga mencapai ketinggian 51º sebelum menghilang di balik cahaya fajar pada pukul 05.54 WIB.

20 Februari – Bulan – Jupiter

Pasangan Bulan Sabit dan Jupiter pada 20 Februari pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan Sabit dan Jupiter pada 20 Februari pukul 04:00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit yang tipis dan Yupiter tampaknya telah berpasangan di ufuk timur sejak diterbitkan. Jupiter pertama pukul 02:56 WIB diikuti oleh Bulan 2 menit kemudian. Keduanya hanya berjarak 0,9 ° dan mencapai ketinggian 37º di atas cakrawala sebelum menghilang di bawah sinar matahari.

21 Februari – Bulan – Saturnus

Pasangan dan Saturnus Bulan Sabit pada 21 Februari pukul 04:30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan dan Saturnus Bulan Sabit pada 21 Februari pukul 04:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis dan Saturnus tampaknya telah berpasangan di ufuk timur sejak keduanya diterbitkan. Saturnus pertama pukul 03:34 WIB diikuti oleh Bulan 14 menit kemudian pukul 03:51 WIB. Keduanya hanya berjarak 1,8 ° dan mencapai ketinggian 29º di atas cakrawala sebelum menghilang di bawah sinar matahari.

26 Februari – Sambungan Rendah Merkurius

Konjungsi inferior Mercury. Kredit: jalur selatan "width =" 640 "height =" 360

Konjungsi inferior Mercury. Kredit: Tenggara

Merkuri sejajar antara Matahari dan Bumi dan 3,7 ° terpisah dari Matahari. Dalam posisi ini, Merkurius berada dalam papasan terdekat dengan Bumi dengan jarak 0,64 AU. Karenanya Merkurius tidak akan terlihat oleh pengamat karena planet terdekat dengan Matahari terbit dan terbenam hampir bersamaan dengan Matahari. Jika itu bisa diamati, maka cakram Merkurius akan tampak lebih besar dengan diameter 10,6 ".

Peristiwa konjungsi rendah Merkurius menandai akhir dari penampilan planet ini saat senja dan memulai transisi yang akan hadir saat fajar dalam beberapa minggu.

27 Februari – Bulan – Venus

Pasangan Bulan Sabit dan Venus pada 27 Februari pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan Sabit dan Venus pada 27 Februari pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis dan Venus akan melintas mendekati jarak 6,25º di konstelasi Pisces setelah matahari terbenam. Keduanya muncul 33º di atas cakrawala barat dan perlahan menuju cakrawala untuk mengatur 2 jam 33 menit setelah matahari terbenam. Venus tenggelam pertama pada 20:39 WIB diikuti oleh Bulan pada 20:46 WIB.

Rasi bintang & Bimasakti

Akhir Februari adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan langit malam saat Bulan mendekati fase Bulan Baru. Bima Sakti dapat diamati mulai dari tengah malam membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah matahari terbenam, ada Canopus di konstelasi Carina, Sirius di konstelasi Canis Major, Procyon di konstelasi Canis Minor, Aldebaran di konstelasi Taurus, Archenar di konstelasi Eridanus, Rigel dan Betelgeuse di Orion, Capella di konstelasi Auriga, dan Pollux dan Castor di rasi bintang Gemini yang dapat diamati hingga hampir tengah malam.

Mulai tengah malam ada Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus, Arcturus di rasi Boot, Spica di Virgo, dan Regulus di rasi Leo, yang dapat diamati. Sebelum fajar ada Antares di Scorpio dan Vega di rasi Lyra.

Bintang-bintang cukup terang untuk digunakan sebagai panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 Februari 2020

Peta Bintang 1 Februari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Februari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-3-30575 "srcset =" https: //i2.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200201_2359_Skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2020/02 / 20200201_2359_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i2.wp .com / langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200201_2359_Skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2020/02/20200 201_2359_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30575 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/ 02/02 / fenomena-langit-bulan-februari- 2020 / 20200201_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20200201_2359_Skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 1 Februari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-large-file = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200201_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 1 Februari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Februari 2020

<img width = "640" height = "640" src = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Februari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dideskripsikan dengan =" gallery-4-30576 "srcset =" https: //i1.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200215_1900_Skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2020/02 / 20200215_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i1.wp .com / langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200215_1900_Skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2020/02/2020 0215_1900_Skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "siz es =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30576 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/ 02/02 / fenomena-langit-bulan-februari- 2020 / 20200215_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20200215_1900_Skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Februari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_1900_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Februari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" "aria-dijelaskan oleh =" gallery-4-30577 "srcset =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020 /02/20200215_2359_Skychart.jpg?w=800&ssl=1 800w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?resize=300%2C300&ssl=1 300w , https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?resize=80%2C80&ssl=1 80w, https://i1.wp.com/langitselatan. com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200215_2359_Skychart.jpg? ubah ukuran = 768% 2C768 & ssl = 1 768w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02 / 20200215_2359_Skychart .jpg? Ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?resize=296%2C296&ssl== 1 296w "ukuran =" (lebar maksimal: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30577 "d ata-permalink =" https://langitselatan.com/2020/02/02/fomen-langit-month- Februari-2020 / 20200215_2359_skychart / "data-orig- file = "https://i1.wp.com/langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/02 / 20200215_2359_Skychart.jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data-orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20200215_2359_Skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 1 Februari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/02/20200215_2359_Skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Februari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Kampanye Langit Gelap

14-23 Februari – Kampanye Globe di malam hari

Pada bulan Februari, Kampanye Globe At Night untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek polusi cahaya diadakan dari 14-23 Februari. Pengamat diajak mengamati rasi bintang yang telah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang-bintang yang bisa dilihat di rasi bintang. Berapa banyak bintang yang dapat dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di daerah tersebut.

Untuk kampanye Februari, pengamat di belahan bumi utara dapat mengamati rasi bintang Gemini dan Orion sementara pengamat di belahan bumi selatan diundang untuk mengamati Orion dan Canis Major. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak bintang di rasi bintang yang terlihat.

Pengamat dapat menggunakan modul yang telah disediakan untuk mengidentifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasi mereka.

Langit cerah!

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *