Fenomena Langit Bulan Januari 2020


91
91 points
Fenomena Langit Bulan Januari 2020

Selamat Tahun Baru 2020! Mulai dekade kardinal 2020, pengamat di Indonesia akan disuguhi Gerhana Bulan Penumbra, dan tentu saja hujan meteor Quadrantid tahunan.

Bulan purnama. Kredit: Tenggara

Bulan purnama. Kredit: Tenggara

Planet

Merkurius, Jupiter & Saturnus. Ketiga planet ini tidak akan terlihat oleh pengamat selama Januari. Jupiter, yang baru saja berinteraksi dengan Matahari. Sementara itu, Merkurius dan Saturnus berada pada titik terjauh dari Bumi dan berfungsi dengan Matahari. Keduanya akan sejajar dengan Bumi, dan Matahari berada di antara Bumi dan kedua planet. Akibatnya, pengamat di Bumi, Merkurius, Jupiter dan Saturnus akan menghilang di bawah sinar matahari. Ketiganya juga bangkit dan terbenam pada waktu yang dekat dengan matahari terbit dan terbenam.

Pada akhir Januari, ketiga planet mulai muncul kembali. Jupiter sudah mulai muncul sebelum fajar di pertengahan Januari dan sudah cukup tinggi bagi pengamat untuk memperhatikan pada akhir Januari. Sementara itu, Saturnus juga mulai muncul sebelum fajar, sementara Merkurius muncul saat senja. Namun, kedua planet ini masih terlalu rendah untuk diamati.

Venus. Venus, Bintang Fajar masih bertengger di langit senja, setelah matahari terbenam hingga sekitar 20:30 WIB. Planet ini terus bergerak dari konstelasi Capricorn ke Aquarius dan menabrak Bulan pada akhir Januari.

Mars. Planet merah masih setia menemani pengamat dari lewat tengah malam hingga subuh. Selama Januari, Mars tampaknya telah bergeser dari konstelasi Libra ke Ophiuchus dan muncul sejalan dengan Bulan dan Antares pada akhir Januari.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika Anda ingin melihat dua planet es. Selama Januari, Uranus dan Neptunus dapat diamati setelah matahari terbenam. Uranus dapat diamati sampai tengah malam, sementara Neptunus hanya dapat diamati sampai sekitar 22:00 WIB pada awal Januari dan terus bergeser ke 20:00 WIB pada akhir Januari. Uranus dapat ditemukan di Aries, sementara Neptunus berada di konstelasi Aquarius.

Bulan

Fase Bulan selama Januari 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Fase Bulan selama Januari 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Bulan masih menjadi daya tarik yang menarik untuk dilihat karena kecerahannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet-planet juga merupakan suguhan menarik lainnya.

2 Januari. Bulan pada titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.580 km

3 Januari Bulan Perbani Awal. Bulan akan muncul dari matahari terbenam hingga tengah malam ketika bulan terbenam. Pengamat langit dapat menikmati langit bebas bulan dari tengah malam hingga dini hari.

11 Januari. Bulan purnama. Bulan akan berada di atas ufuk dari matahari terbenam hingga fajar. Kesempatan yang bagus untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase bulan purnama, bulan akan perlahan-lahan bergeser saat malam naik.

Bulan purnama ini dimasukkan sebagai Perigee Full Moon atau Super Moon karena Bulan memasuki fase penuh ketika paling dekat dengan Bumi. Bagi orang-orang di kawasan Pasifik Tengah, Amerika, Eropa dan Afrika, itu terlihat tidak hanya Bulan Purnama tetapi Gerhana Total Perigee.

14 Januari. Bulan perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya ke Bumi yaitu 365.958 km.

17 Januari. Akhir Bulan Perbani. Bulan terbit pada tengah malam dan terbenam pada siang hari. Bulan muncul dari tengah malam hingga fajar.

25 Januari. Bulan baru. Waktunya untuk observasi. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Waktu yang tepat untuk melakukan astrophotography Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi Bulan dan Matahari akan muncul sepanjang hari. Pengamat dapat menikmati planet-planet tanpa campur tangan cahaya Bulan.

30 Januari. Bulan pada titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 405.393 km

Hujan Meteor

4 Januari Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor kuadranid pada puncak 4 Januari 2020 pukul 04.00 WIB. Kredit: Star Walk 2

Hujan meteor kuadranid pada puncak 4 Januari 2020 pukul 04.00 WIB. Kredit: Star Walk

Tahun 2020 akan didahului oleh acara hujan meteor Quadrantid di langit mulai 28 Desember hingga 12 Januari. Puncak hujan meteor Quadrantid akan berlangsung pada 4 Januari 2019 pukul 15.20 WIB. Hujan meteor Quadrantid tampaknya muncul dari rasi Boot yang naik pada 02:45 WIB timur laut. Bulan yang terbenam tengah malam tidak akan mengganggu pengamatan.

Tidak seperti hujan meteor lainnya, intensitas maksimum hujan meteor Quadrantid hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Quadrantid berasal dari puing-puing Komet Wirtanen ketika melewati Bumi pada 1974. Selama malam-malam puncak, pengamat bisa menikmati setidaknya 50-120 meteor per jam. Namun, bagi pengamat di belahan bumi selatan, hujan meteor Quadrantid tidak sebagus pengamat di Utara dan jumlah meteor yang bisa dinikmati juga lebih sedikit.

Gerhana

11 JanuariGerhana Bulan Penumbra

Bulan saat puncak gerhana penumbra pada 11 Januari pukul 02:11 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan saat puncak gerhana penumbra pada 11 Januari pukul 02:11 WIB. Kredit: Star Walk

11 Januari GBP menjadi gerhana pembuka untuk musim gerhana 2020. Berbeda dari gerhana bulan total dan gerhana bulan parsial, Bulan tidak akan hilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk mengetahui apakah Bulan berada dalam kondisi Eclipse atau hanya Bulan Purnama yang biasa. Selama gerhana penumbra, Bulan hanya tampak berubah sedikit lebih gelap, atau penurunan kecerahan.

Selama Gerhana Penumbra, Bulan akan memasuki kerucut penumbra Bumi, dan masih menerima sebagian dari cahaya matahari untuk dipantulkan. Kontak pertama dari Penumbra Eclipse 11 Januari terjadi pada 00:07:45 WIB dan berakhir pada 04:12:19 WIB. Gerhana puncak terjadi pada 02:11:10 WIB.

Untuk Gerhana Penumbra 11 Januari 2019, semua orang Indonesia dapat menyaksikan gerhana ini. Namun, beberapa orang Papua tidak dapat mengamati GBP sampai akhir karena Bulan telah ditetapkan sebelum gerhana berakhir.

Peristiwa

5 Januari Perihelion

Orbit bumi. Ada saat-saat ketika Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari (Perihelion). Kredit: Tenggara

Orbit bumi. Ada saat-saat ketika Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari (Perihelion). Kredit: Tenggara

Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Ini berarti bahwa ada saat-saat ketika Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan ada saat-saat ketika Bumi sangat jauh dari Matahari. Pada 3 Januari, Bumi berada pada titik terdekatnya dengan matahari pada jarak 0,98 AU atau 147.100.176 km dari Matahari.

10 Januari – Konjungsi Superior Mercury

Sambungan superior Merkurius. Kredit: Tenggara

Sambungan superior Merkurius. Kredit: Tenggara

Merkurius akan melintas dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini lenyap dan tidak terlihat oleh para pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,9 ° dari Matahari. Merkuri berada di sisi jauh Bumi, dan terjadi dalam siklus sinodik planet ini (116 hari). Jika Merkurius 0,013º dapat diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter cakram 15 & # 39; atau 0,004º.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius juga menandai akhir dari penampilan planet ini saat fajar dan mulai beralih ke senja dalam beberapa minggu. Ketika Merkurius berada pada posisi terjauh dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,43 AU dari Bumi.

13 Januari – Konjungsi Saturnus

Saturnus Conjunction. Kredit: Tenggara

Saturnus Conjunction. Kredit: Tenggara

Saturnus akan berada di posisi terjauh dari Bumi pada 11,02 AU, dan Matahari berada di antara kedua planet. Akibatnya, pengamat di Bumi tidak akan dapat melihat planet cincin karena jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari, yaitu 0,03 °. Jika Saturnus dapat diamati, planet ini sangat redup dengan diameter cakram 15 & # 39; atau 0,004º.

21 Januari – Bulan – Mars – Antares

Bulan, Mars, dan Antares, yang muncul dalam barisan pada 21 Januari pukul 3.30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan, Mars, dan Antares, yang muncul dalam barisan pada 21 Januari pukul 3.30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit dan Mars akan menyeberang mendekati jarak 2.18º. Mars naik pertama pukul 02.20 WIB diikuti oleh Bulan 3 menit kemudian. Bulan dan Mars dapat diamati hingga mencapai ketinggian 43º sebelum menghilang di balik cahaya fajar.

Selain itu, Antares, Scopio alpha juga terlihat sejajar dengan Mars dan Bulan. Bintang terang di konstelasi kalajengking berjarak sekitar 5,12º dari Mars. Bersama dengan Mars dan Bulan, Antares dapat diamati hingga fajar.

23 Januari – Bulan – Jupiter

Pasangan Bulan dan Jupiter pada 23 Januari pukul 5 pagi. Keduanya cukup rendah di ufuk timur sehingga sulit untuk diamati. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan dan Jupiter pada 23 Januari pukul 5 pagi. Keduanya cukup rendah di ufuk timur sehingga sulit untuk diamati. Kredit: Star Walk

Bulan sabit yang tipis dan Yupiter tampaknya telah berpasangan di ufuk timur sejak keduanya muncul. Bulan sabit yang tipis akan naik pertama pukul 04:09 WIB diikuti oleh Jupiter 12 menit kemudian pukul 04:21 WIB. Mereka hanya berjarak 0,35 ° dan mencapai 16 ° di atas cakrawala sebelum menghilang di bawah sinar matahari.

28 Januari – Bulan – Venus

Pasangan Bulan dan Venus setelah Matahari terbenam pada 28 Januari pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Pasangan Bulan dan Venus setelah Matahari terbenam pada 28 Januari pukul 19:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis dan Venus akan melintas mendekati jarak 4,06º di konstelasi Aquarius setelah matahari terbenam. Keduanya muncul 32º di atas ufuk barat dan perlahan menuju ke ufuk untuk matahari terbenam 2 jam 28 menit setelah matahari terbenam. Venus tenggelam pertama pada 20:39 WIB diikuti oleh Bulan pada 20:52 WIB.

Rasi bintang & Bimasakti

Akhir Januari adalah waktu terbaik untuk dapat menikmati keindahan langit malam saat Bulan mendekati fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah matahari terbenam, ada Canopus di konstelasi Carina, Sirius di Canis Major, Betelguese dan Rigel di konstelasi Orion, Aldebaran di konstelasi Taurus, Capella di konstelasi Auriga, Archenar di konstelasi Eridanus, Procyon di rasi bintang Canis Minor, Pollux dan Kastor di Gemini, yang dapat diamati hingga hampir tengah malam. Setelah tengah malam, ada Regulus di rasi bintang Leo, Spica di Virgo, Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus, Arcturus di rasi Boot, dan Antares di Scorpius yang dapat dijangkau sebelum fajar.

Bintang-bintang cukup terang untuk digunakan sebagai panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 Januari 2020

<img width = "640" height = "640" src = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Januari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dijelaskan oleh =" gallery-1-30208 "srcset =" https: //i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200101_1900_skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2020/01 / 20200101_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i0.wp .com / langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200101_1900_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2020/01/202001 01_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30208 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/01 / 02 / fenomena-langit-bulan-january-2020 / 20200101_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg ? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data-orig -size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-gambar-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "", "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": " 0 "," title ":" "," orientasi ":" 0 "}" data-image-title = "20200101_1900_skychart" data-image-description = "

1 Januari 2020 Peta Bintang pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

1 Januari 2020 Peta Bintang pada pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Januari 2020 jam 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-1-30205 "srcset =" https: //i2.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200101_2359_skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2020/01 / 20200101_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i2.wp .com / langitselatan .com / wp-content / unggah / 2020/01 / 20200101_2359_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2020/01/202001 01_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30205 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/01 / 02 / fenomena-langit-bulan-january-2020 / 20200101_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg ? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data-orig -size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-gambar-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "", "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": " 0 "," title ":" "," orientasi ":" 0 "}" data-image-title = "20200101_2359_skychart" data-image-description = "

Peta Bintang 1 Januari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200101_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 1 Januari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Januari 2020

<img width = "640" height = "640" src = "https://i0.wp.com/langitsel.com/.com/pp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart.jpg?fit=640% 2C640 & ssl = 1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Januari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dijelaskan oleh =" gallery-2-30207 "srcset =" https: // i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200115_1900_skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content / uploads / 2020/01 / 20200115_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart.jpg? ubah ukuran = 80% 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: // i0.wp.com/langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200115_1900_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp -content / uploads / 2020/01/2020 0115_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30207 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/ 01/02 / fenomena-langit-bulan-january- 2020 / 20200115_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20200115_1900_skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Januari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Januari 2020 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Januari 2020 jam 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-2-30206 "srcset =" https: //i1.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200115_2359_skychart.jpg? w = 800 & ssl = 1 800w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2020/01 / 20200115_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart.jpg?resize=80 % 2C80 & ssl = 1 80w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: //i1.wp .com / langitselatan .com / wp-content / uploads / 2020/01 / 20200115_2359_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/ unggah / 2020/01/20200 115_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 30206 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2020/ 01/02 / fenomena-langit-bulan-january- 2020 / 20200115_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart. jpg? fit = 800% 2C800 & ssl = 1 "data- orig-size =" 800.800 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "credit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20200115_2359_skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Januari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Januari 2020 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Kampanye Langit Gelap

16-25 Januari – Kampanye Globe at Night

Pada bulan Desember, Kampanye Globe At Night untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek polusi cahaya diadakan dari 16-25 Januari. Pengamat diajak mengamati rasi bintang yang telah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang-bintang yang bisa dilihat di rasi bintang. Berapa banyak bintang yang dapat dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di daerah tersebut.

Untuk kampanye Januari, pengamat di belahan bumi utara dan selatan diundang untuk mengamati Orion. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak bintang di rasi bintang yang terlihat.

Pengamat dapat menggunakan modul yang telah disediakan untuk mengidentifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasi mereka.

Langit cerah!

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *