Fenomena Langit Bulan Oktober 2019


91
91 points
Fenomena Langit Bulan Oktober 2019
poker online

Fenomena langit Oktober akan menghadirkan serangkaian planet yang dapat diamati dengan mata tanpa alat dan hujan meteor Orionid.

Uranus. Kredit: NASA

Uranus. Kredit: NASA

Merkuri & Venus. Duo planet bagian dalam dapat diamati selama bulan Oktober dari matahari terbenam, hingga keduanya berada di ufuk barat. Pada awal Oktober, Venus masih sangat rendah di ufuk barat saat matahari terbenam. Kedua planet akan terus naik setiap hari di ufuk barat dan pada akhir Oktober kedua planet akan muncul sejalan dengan Bulan dan dua hari kemudian, kedua planet bagian dalam akan berfungsi pada 31 Oktober.

Mars. Sejak awal Oktober, Mars telah mulai muncul di ufuk timur sebelum matahari terbit. Mars di rasi Virgo akan tampak rendah di ufuk timur dan sulit diamati. Sepanjang Oktober, Mars akan terus naik di cakrawala timur di ketinggian 14º di pertengahan Oktober dan terus naik hingga 20º di akhir Oktober.

Jupiter & Saturnus. Kedua planet raksasa ini masih bisa diamati selama bulan Oktober setelah matahari terbenam hingga tengah malam. Jupiter naik pertama jam 10 pagi, diikuti oleh Saturnus sekitar 2 jam kemudian. Pada awal Oktober, Jupiter melewati meridian pengamat saat matahari terbenam, sedangkan Saturnus tepat di meridian. Jupiter dapat diamati di rasi Ophiuchus hingga tengah malam, sementara Saturnus di rasi Sagitarius dapat diamati hingga tengah malam.

Kedua planet akan melintasi Bulan pada awal Oktober. Jupiter akan bertemu Bulan lebih dulu, diikuti oleh Saturnus dua hari kemudian. Jupiter kembali melintas dekat ke Bulan pada akhir Oktober.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika Anda ingin melihat dua planet es. Selama bulan Oktober, Uranus dan Neptunus dapat diamati dari matahari terbenam hingga subuh. Uranus dapat ditemukan di Aries, sementara Neptunus berada di konstelasi Aquarius.

Bulan

Fase Bulan selama Oktober 2019. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Fase Bulan selama Oktober 2019. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Bulan masih menjadi daya tarik yang menarik untuk dilihat karena kecerahannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet-planet juga merupakan suguhan menarik lainnya.

5 Oktober. Bulan Perbani Awal. Bulan akan muncul dari matahari terbenam hingga tengah malam ketika bulan terbenam. Pengamat langit dapat menikmati langit bebas bulan dari tengah malam hingga dini hari.

10 Oktober. Bulan pada titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 405.899 km

13 Oktober. Bulan purnama. Bulan akan berada di atas ufuk dari matahari terbenam hingga fajar. Kesempatan yang bagus untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase bulan purnama, bulan akan perlahan-lahan bergeser saat malam naik.

21 Oktober Akhir Perbani Akhir. Bulan terbit pada tengah malam dan terbenam pada siang hari. Bulan muncul dari tengah malam hingga fajar.

26 Oktober. Bulan perigee. Bulan mencapai jarak terdekat ke Bumi, 361.311 km.

28 Oktober. Bulan baru. Waktunya untuk observasi. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Waktu yang tepat untuk melakukan astrophotography Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit. Jadi Bulan dan Matahari akan muncul sepanjang hari. Pengamat dapat menikmati planet-planet tanpa campur tangan cahaya Bulan.

Hujan Meteor

9 Oktober Hujan Meteor Draconid

Hujan meteor Draconid di rasi bintang Draco pada 9 Oktober 2019 pukul 18:30 Waktu Indonesia Barat. Kredit Star Walk

Hujan meteor Draconid di rasi bintang Draco pada 9 Oktober 2019 pukul 18:30 Waktu Indonesia Barat. Kredit Star Walk

Hujan meteor kecil yang tampaknya berasal dari rasi bintang Draco akan berlangsung 6-10 Oktober. Puncaknya adalah pada 9 Oktober dengan laju 10 meteor per jam. Hujan meteor Draconid ini berasal dari sisa debu komet 21P Giacobini-Zinner. Hujan meteor ini dapat dinikmati setelah matahari terbenam hingga rasi bintang yang ditetapkan Draco pukul 21.00 WIB. Bulan masih cukup cerah di langit malam. Rasi bintang Draco dapat ditemukan di utara. Agak sulit untuk menemukan rasi bintang ini karena posisinya yang relatif rendah di cakrawala. mencari situs pengamatan yang bebas polusi cahaya untuk berburu meteor Draconid.

Puncak hujan meteor akan terjadi pada 11 Oktober pukul 13.00 WIB.

10 – 11 Oktober – Hujan Meteor Taurid Selatan

Meteor South Taurid menghujani perbatasan konstelasi Cetus dan Taurus pada 10 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB. Kredit Star Walk

Meteor South Taurid menghujani perbatasan konstelasi Cetus dan Taurus pada 10 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB. Kredit Star Walk

Hujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid TG10 2004 dan residu debu Comet 2P Encke, berlangsung dari 10 September hingga 20 November dan tidak pernah menghasilkan lebih dari 5 meteor per jam. Menariknya, hujan meteor Taurid ini kaya akan bola api.

Puncak hujan meteor yang tampaknya berasal dari rasi Taurus terjadi pada 10 Oktober, dengan hanya 5 meteor per jam dengan kecepatan hanya 28 km / detik. Hujan meter Taurid dapat diamati setelah Matahari terbenam ketika rasi bintang Cetus juga naik di timur sampai subuh ketika rasi bintang ini akan terbenam di barat. Bulan cembung besar akan menjadi sumber utama polusi cahaya.

Puncak hujan meteor akan terjadi pada 11 Oktober pukul 04:00 WIB.

21-22 Oktober Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor Orionid yang muncul muncul dari rasi bintang Orion pada 21 Oktober 2019 pukul 23:30 WIB. Kredit Star Walk

Hujan meteor Orionid dari debu komet Halley yang tersisa akan menghiasi langit malam mulai 2 Oktober hingga 7 November. Sesuai namanya, hujan meteor Orionid muncul dari rasi bintang Orion the Hunter dan mencapai puncaknya pada 21 Oktober.

Selama malam puncak, pengamat dapat menikmati 25 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 66 km / detik. Konstelasi Orion muncul pada 22:19 WIB di timur dan dapat diamati sampai subuh. Bulan terakhir Perbani, diterbitkan pada tengah malam, akan menjadi sumber polusi cahaya yang mengganggu pengamatan.

Puncak hujan meteor akan terjadi pada 22 Oktober pukul 07:00 WIB.

Peristiwa

3 Oktober – Bulan – Jupiter

Konjungsi Bulan dan Jupiter pada 3 Oktober 2019 pukul 21.00 WIB. Kredit: Star Walk

Konjungsi Bulan dan Jupiter pada 3 Oktober 2019 pukul 21.00 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan dan Jupiter tampak berpasangan mulai dari matahari terbenam sampai saat mereka terbenam di tengah malam. Setelah matahari terbenam, Bulan dan Jupiter yang telah terbit sejak pagi hari dapat diamati di barat daya dengan ketinggian ~ 60º di atas cakrawala selatan. Jupiter pertama ditetapkan pada 22:20 WIB diikuti oleh Bulan 5 menit kemudian.

Bulan lunar awal tampak terpisah 1,8 ° di utara Jupiter dan keduanya dapat diamati di rasi Ophiuchus sampai tenggelam di tengah malam.

5 Oktober – Bulan – Saturnus

Konjungsi Bulan dan Saturnus pada 5 Oktober 2019 pukul 21.00 WIB. Kredit: Star Walk

Konjungsi Bulan dan Saturnus pada 5 Oktober 2019 pukul 21.00 WIB. Kredit: Star Walk

Setelah melewati Yupiter, Bulan kemudian berlalu sangat dekat dengan Saturnus di rasi Sagitarius. Kedua benda ini dapat diamati di rasi Sagitarius pada ketinggian 74º ke selatan setelah matahari terbenam. Keduanya dapat diamati hingga tepat tengah malam ketika Bulan dan Saturnus bergandengan tangan. Bulan adalah 3,3 ° selatan Saturnus.

20 Oktober – Perpanjangan Maksimum Merkuri Timur

Perpanjangan Timur terbesar Merkurius. Kredit: jalur selatan "width =" 640 "height =" 360

Perpanjangan timur terbesar Merkurius. Kredit: Tenggara

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimum ke Bumi. Perpanjangan Timur maksimum yang dicapai oleh Merkurius adalah 24,6º. Artinya, Merkurius akan 24,6º di sebelah barat Matahari. Merkuri di konstelasi Libra dapat diamati dengan kecerahan 0 magnitude setelah matahari terbenam hingga 19:16 WIB.

28 Oktober – Oposisi Uranus

Oposisi Uranus. Kredit: jalur selatan "width =" 640 "height =" 360

Oposisi Uranus. Kredit: Tenggara

Uranus, planet es raksasa akan berada pada jarak terdekat ke Bumi yaitu 18,83 AU. Planet yang bergerak ini akan dilihat sebagai titik biru kehijauan yang unik pada teleskop. Untuk menemukannya, arahkan teleskop ke rasi bintang Aries. Saat itu oposisi Uranus berada di rasi bintang Aries dengan kecerahan 5,7 magnitudo.

29 Oktober – Bulan – Merkurius – Venus

Bulan, Merkurius, dan Venus tampak berbaris di langit malam 29 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Bulan, Merkurius, dan Venus tampak berbaris di langit malam 29 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Bulan sabit tipis setelah Bulan baru akan muncul sejalan dengan Merkurius dan Venus sejak Matahari terbenam. Mereka bertiga akan tenggelam bersama sebelum Bulan pada pukul 18:53 WIB diikuti oleh Venus pukul 19:03 WIB dan Merkurius pada pukul 19:05 WIB.

30 Oktober – Merkurius – Venus

Pasangan Merkurius dan Venus di langit senja 30 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Pasangan Merkurius dan Venus di langit senja 30 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Merkurius dan Venus tampaknya menjadi mitra di rasi bintang Libra dari matahari terbenam sampai ketika mereka berdua berjalan beriringan. Merkurius pertama kali ditetapkan pada 19:02 WIB diikuti oleh Venus dua menit kemudian.

31 Oktober – Bulan – Jupiter

Bulan dan Jupiter Pasangan di langit senja 31 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Bulan dan Jupiter Pasangan di langit senja 31 Oktober 2019 pukul 18:30 WIB.

Bulan dan Jupiter tampak berpasangan mulai dari matahari terbenam sampai saat mereka terbenam di tengah malam. Setelah matahari terbenam, Bulan dan Jupiter yang telah terbit sejak pagi hari dapat diamati di barat daya dengan ketinggian ~ 40º di selatan. Jupiter pertama turun pada 20:50 WIB diikuti oleh Bulan pada 21:07 WIB.

SBOBET

Bulan sabit tipis muncul 1,3º di utara Jupiter dan keduanya dapat diamati di konstelasi Ophiuchus hingga terbenam pada tengah malam.

Rasi bintang & Bimasakti

Awal dan akhir Oktober adalah waktu terbaik untuk dapat menikmati keindahan langit malam ketika bulan baru melewati fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai dari tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Setelah matahari terbenam, ada Antares di Scorpius, Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquila, Archenar di rasi Eridanus, Deneb di rasi Cygnus dan Rigel Kentaurus di Centaurus,. Dari tengah malam hingga dini hari ada Canopus di konstelasi Carina, Sirius di konstelasi Canis Major, Procyon di konstelasi Canis Minor, Pollux dan Kastor di Gemini, Aldebaran dan Betelguese di Orion, Aldebaran di Taurus yang dapat diamati hingga tengah malam.

Bintang-bintang cukup terang untuk digunakan sebagai panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 Oktober 2019

<img width = "640" height = "640" src = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-1-29831 "srcset =" https: //i2.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/10 / 20191001_1900_skychart.jpg? w = 810 & ssl = 1 810w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019 // 10 / 20191001_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 80% 2C80 & ssl = 1 80w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg?resize= 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: // i2. wp.com/langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/10 / 20191001_1900_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content / unggah / 2019/10/20191 001_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 29831 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/10 / 04 / fomen-langit-bulan-oktober-2019 / 20191001_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg ? fit = 810% 2C810 & ssl = 1 "data-orig -size =" 810.810 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "",, "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": " 0 "," title ":" "," orientasi ":" 0 "}" data-image-title = "20191001_1900_skychart" data-image-description = "

Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-large-file = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dijelaskan oleh =" gallery-1-29832 "srcset =" https: //i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/10 / 20191001_2359_skychart.jpg? w = 810 & ssl = 1 810w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019 // 10 / 20191001_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 80% 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg?resize= 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: // i0. wp.com/langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/10 / 20191001_2359_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content / unggah / 2019/10/20191 001_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 29832 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/10 / 04 / fenomena-langit-bulan-oktober-2019 / 20191001_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg ? fit = 810% 2C810 & ssl = 1 "data-orig -size =" 810.810 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "",, "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": " 0 "," title ":" "," orientasi ":" 0 "}" data-image-title = "20191001_2359_skychart" data-image-description = "

Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191001_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 1 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Oktober 2019

<img width = "640" height = "640" src = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium "aria-uraian oleh =" gallery-2-29833 "srcset =" https: //i2.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/10 / 20191015_1900_skychart.jpg? w = 810 & ssl = 1 810w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019 // 10 / 20191015_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 80% 2C80 & ssl = 1 80w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart.jpg?resize= 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: // i2. wp.com/langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/10 / 20191015_1900_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content / unggah / 2019/10/2019 1015_1900_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 29833 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/ 10/04 / fenomena-langit-bulan-oktober- 2019 / 20191015_1900_skychart / "data-orig-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart. jpg? fit = 810% 2C810 & ssl = 1 "data- orig-size =" 810.810 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-gambar-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20191015_1900_skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i2.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_1900_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 19.00 WIB. Kredit: Stellarium


<img width = "640" height = "640" src = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1 "class =" attachment-large size-large "alt =" Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium "aria-dijelaskan oleh =" gallery-2-29834 "srcset =" https: //i0.wp .com / langitselatan.com / wp-content / uploads / 2019/10 / 20191015_2359_skychart.jpg? w = 810 & ssl = 1 810w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/ 2019 // 10 / 20191015_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 80% 2C80 & ssl = 1 80w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart.jpg?resize= 300% 2C300 & ssl = 1 300w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart.jpg?resize=768%2C768&ssl=1 768w, https: // i0. wp.com/langitselatan .com / wp-content / unggah / 2019/10 / 20191015_2359_skychart.jpg? ubah ukuran = 304% 2C304 & ssl = 1 304w, https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content / unggah / 2019/10/2019 1015_2359_skychart.jpg? Ubah ukuran = 296% 2C296 & ssl = 1 296w "size s =" (max-width: 640px) 100vw, 640px "data-attachment-id =" 29834 "data-permalink =" https://langitselatan.com/2019/ 10/04 / fenomena-langit-bulan-oktober- 2019 / 20191015_2359_skychart / "data-orig-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart. jpg? fit = 810% 2C810 & ssl = 1 "data- orig-size =" 810.810 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-gambar-meta =" {"aperture": "0", "kredit": "" , "camera": "", "caption": "", "Created_timestamp": "0", "copyright": "", "focal_length": "0", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" 20191015_2359_skychart "data-image-description ="

Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

"data-medium-file =" https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart.jpg?fit=300%2C300&ssl=1 "data-file-besar = "https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2019/10/20191015_2359_skychart.jpg?fit=640%2C640&ssl=1" />

Peta Bintang 15 Oktober 2019 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Kampanye Langit Gelap

19-28 Oktober – Kampanye Globe di malam hari

Pada bulan Oktober, Kampanye Globe At Night untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek polusi cahaya diadakan dari 19-28 Oktober. Pengamat diajak mengamati rasi bintang yang telah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang-bintang yang bisa dilihat di rasi bintang. Berapa banyak bintang yang dapat dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di daerah tersebut.

Untuk kampanye Oktober, para pengamat di langit utara diundang untuk mengamati rasi bintang Pegasus, sementara mereka di belahan bumi selatan mengamati rasi Grus. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak bintang di rasi bintang yang terlihat.

Pengamat dapat menggunakan modul yang telah disediakan untuk mengidentifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasi mereka.

Langit cerah!

Seperti ini:

Suka Memuat …

daftar sbobet

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *