Ilyas Karim Tak Terlibat Pengibaran.


93
93 points
Ilyas Karim Tak Terlibat Pengibaran.
poker online

Keluarga pemenang bendera selama proklamasi, Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo, meluruskan informasi tentang Ilyas Karim. Ilyas, yang mengaku mengenakan celana pendek di foto legendaris pengibaran bendera selama proklamasi kemerdekaan, kata keluarga Latief dan Suhud, tidak terlibat.
"Dalam foto di Museum Juang, tertulis nama pengibaran bendera adalah Kolonel Latief dan Suhud. Ini adalah lembaga resmi yang mengeluarkannya. Periksa saja di sana," kata Irawan Suhud, Suhud Sastro Kusumo. Kelima putra.
Irawan Suhud mengatakan itu di Caffe Bene, Lotte Shopping Avenue, Jl Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2016). Irawan didampingi oleh Citro Seno Hendraningrat, putra ketiga Kolonel Abdul Latief Hendraningrat, dan Nidjo Sandjojo, menantu Latief Hendraningrat yang juga penulis buku "Abdul Latief Hendradiningrat, Bendera Pusat Warisan Budaya 17 Agustus , 1945 ".
Irawan melanjutkan, ia mendengarkan kisah ayahnya sebagai pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.
"Ayah saya pernah mengatakan kepada saya, ayah saya tidak ingin diekspos. Beberapa kali dia meminta untuk bercerita oleh orang lain atau media, tetapi dia tidak mau." Saya (Suhud) ada di sana karena kebetulan saya ada di sana. Jadi siapa sebenarnya yang bisa. Pak Sudiro bertanya. Dia menyiapkan bambu dan segala jenisnya, "lanjut Irawan menirukan beberapa kisah ayahnya.
Irawan juga mengetahui tentang pekerjaan ayahnya dari rekaman wawancaranya dengan RRI pada 1995, setelah ayahnya meninggal pada 1986. Saat itu, Irawan mengetahui bahwa ayahnya telah mengibarkan bendera di proklamasi yang berusia 25 tahun, karena kelahirannya dikenal pada tahun 1920.
Sedangkan Nidjo, menantu Latief yang juga merupakan ayah dari menantu laki-lakinya sebagai pengibar bendera pusaka mengatakan, Ilyas Karim mulai muncul dan mengaku sebagai pengibar bendera pusaka selama Proklamasi, pada 2008.
"Saya memeriksa di Kemenhan, sampai saya memeriksa di AD Army Service History. Melihat dari usia, Ilyas 89, mengaku mengibarkan bendera di 18. Semua anggota TNI memiliki NRP (Nomor Registrasi Utama). Semua pensiunan dibayar oleh Asabri (ABRI) Asuransi) "Jika mendapat tunjangan, dari mana tunjangan itu berasal? Dari Asabri, tidak ada nama, "jelas Nidjo.
Nidjo menambahkan bahwa ia juga seorang alumni angkatan darat pada tahun 1976 dan masih memiliki data tentang pensiunan ABRI pada saat itu.
"Saya dulu bekerja di Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, yang mengelola data tentang pertahanan, termasuk yang menangani data pensiun. Saya punya data dari Pak Ilyas Karim," jelasnya.
Data dari pensiunan ABRI yang disajikan oleh Ilyas Karim, menurut Nidjo, adalah memiliki orang lain.
"Ilyas Karim pensiun dari nomor ini, punya nomor orang lain. Sebenarnya itu nomor orang lain. Diragukan kalau dia mengaku sebagai Letnan Kolonel, di Senen juga bisa membeli seragam. NRP digunakan oleh Tuan Ilyas Karim 13685. Itu sebenarnya NRP Letda Sjair, "katanya.
Nidjo menambahkan, Latief telah menulis pengalaman pribadinya seputar Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, ayah menantu lelakinya menulis nama Suhud.
"Ketika Bung Karno selesai membaca Proklamasi, tiba-tiba seorang pria muda dan seorang wanita muda datang berbaris di depannya. Wanita muda itu membawa nampan berisi warna ganda yang terlipat rapi. Pria muda yang kami kenal bernama Suhud, wanita muda yang saya kenal. tidak tahu, "kata tulisan Nidjo Latief.
Irawan Suhud menambahkan bahwa keluarganya dan keluarga Latief tidak masalah jika Ilyas Karim mengaku sebagai prajurit, tetapi keberatan jika ia mengaku sebagai pengibar bendera.
"Orang yang mengibarkan bendera ini adalah ayah kami. Kami tidak punya masalah jika dia mengaku sebagai pejuang. Tapi saya keberatan jika dia mengaku sebagai pengibaran bendera," katanya.
Suhud, menambahkan Irawan bukan dari Homeland Defense Unit (Peta) tetapi dari Barisan Pelopor. Pihaknya keberatan dengan pengakuan Ilyas Karim, terutama jika pengakuan itu dilakukan untuk memperoleh sejumlah manfaat.
"Front Perintis adalah penjaga Soekarno. Ilyas Karim atas nama orang tua kita, untuk alasan apa pun, maka kita akan meluruskan. Jika akhirnya ada untung, kita keberatan. Ada seseorang yang tidak mengenal ayahku & # 39; "Kami menentang (Ilyas Karim) atas nama pengibar bendera," katanya. Sumber ditulis oleh Detik.com. Brief Ikhsanudin – detikNews

daftar sbobet

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *