Jaringan 5G di Indonesia Penyokong Perkembangan Revolusi Industri 4.0


126
126 points
Blog DimensiData

Teknologi jaringan terus berkembang pesat di dunia. Jaringan 5G bahkan sekarang sedang diimplementasikan di beberapa negara seperti Korea Selatan, Cina dan Amerika Serikat. Teknologi yang memberikan peningkatan kecepatan sangat cepat saat ini sedang dilihat oleh negara-negara lain termasuk negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia adalah negara yang mengembangkan teknologi ini.

Beberapa operator jaringan sudah mulai mengembangkan aplikasi teknologi super cepat sejak 2018. Pemerintah bahkan mendukung pengembangan teknologi jaringan 5G di Indonesia untuk menopang perkembangan revolusi industri 4.0. Salah satu operator yang terus mengembangkannya adalah Simpati. Operator bahkan memiliki ambisi untuk membawa teknologi 5G ke ibukota Indonesia yang baru di Kalimantan. Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan adalah untuk melengkapi infrastruktur telekomunikasi di pulau itu.

Pengembangan 5G VS AI

Meningkatnya pengguna internet di Asia Tenggara membuat jaringan 5G sangat diperlukan. Selain itu, jaringan 5G dapat mendukung peningkatan infrastruktur teknologi dan tren ini akan berlanjut untuk beberapa tahun ke depan. Pengembangan infrastruktur yang membutuhkan kecerdasan buatan (AI Artificial Intelligence) harus diimbangi dengan kecepatan jaringan yang memadai. Dengan jaringan super cepat, menganalisis data secara real-time akan lebih mudah dilakukan.

Teknologi 5G memiliki kelambatan pengiriman data yang lebih rendah daripada jaringan 4G. 5G hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 milidetik untuk mengirim data. Ini sangat membantu dan memberikan manfaat bagi pengusaha operator seluler. Dengan jaringan 5G, mereka dapat melayani lebih banyak pelanggan di satu jaringan daripada di jaringan 4G. Selain itu, biaya operasional penyediaan jaringan ini dapat dikatakan lebih rendah jika dibandingkan dengan 4G. Dengan demikian kemungkinan besar harga layanan yang diberikan akan lebih murah.

Tidak seperti 4G, yang mana setiap menara membutuhkan daya tinggi untuk dapat mengirimkan sinyal secara luas dan kuat, sinyal 5G dapat ditransmisikan melalui stasiun sel kecil. Ini membuat penyedia jaringan dapat memasangnya di beberapa tempat seperti tiang penerangan jalan atau atap bangunan.

Kelemahan dari Jaringan 5G

Meskipun terlihat lebih sederhana, 5G memiliki kelemahan. Jaringan 5G hanya dapat melakukan perjalanan jarak pendek sehingga stasiun sel kecil yang dibuat tidak dapat diinstal terlalu jauh karena akan mengganggu jaringan. Sinyal 5G juga mudah terganggu oleh cuaca dan benda-benda fisik yang dapat memblokir sinyal seperti dinding bangunan. Namun semakin pendek ombaknya, semakin tinggi frekuensinya. Hal ini membuat semakin banyak data yang dapat dibawa oleh jaringan ini.

Untuk proyek awal, 5G dapat digunakan secara efektif di ruangan besar dan memiliki hambatan minimal. Misalnya tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, stadion olahraga, dan bandara. Jaringan 5G dapat sangat bermanfaat jika digunakan di area yang luas dan dapat menampung banyak orang karena fungsi 5G dapat menjadi efektif.

Tidak hanya sambutan positif, kehadiran 5G ternyata mendapat respons negatif, terutama dari sisi medis. Jaringan 5G dikabarkan menyediakan radiasi substansial pada kesehatan manusia. Badan Keamanan Keselamatan Radiasi Australia, Badan Keselamatan Nuklir dan Proteksi Radiasi Australia (ARPANSA) bahkan mendukung pemeriksaan apakah standar keselamatan radiasi perlu dilakukan untuk penggunaan jaringan 5G. Seperti kita ketahui, dalam spektrum elektromagnetik, ada bagian dari gelombang radio dan gelombang mikro yang disebut radiasi RF. Semakin tinggi frekuensinya, semakin berbahaya bagi organisme hidup.

<img data-attachment-id = "12471" data-permalink = "https://blog.dimensidata.com/jaringan-5g-di-indonesia/perkembangan-jaringan-5g/" data-orig-file = "https: //blog.dimensidata.com/wp-content/uploads/program-getwork-5G.png "data-orig-size =" 660,340 "data-komentar-dibuka =" 1 "data-image-meta =" {"aperture ":" 0 "," credit ":" "," camera ":" "," caption ":" "," Created_timestamp ":" 0 "," hak cipta ":" "," focal_length ":" 0 ", "iso": "0", "shutter_speed": "0", "title": "", "orientasi": "0"} "data-image-title =" development-network-5G "data-image-description = "

pengembangan-jaringan-5G

"data-medium-file =" https://blog.dimensidata.com/wp-content/uploads/property-network-5G-300×155.png "data-large-file =" https://blog.dimensidata.com /wp-content/uploads/program-getwork-5G.png "class =" aligncenter size-full wp-image-12471 "src =" data: gambar / svg + xml,% 3Csvg% 20xmlns = & # 39; http: // www .w3.org / 2000 / svg & # 39;% 20viewBox = & # 39; 0% 200% 20660% 20340 & # 39;% 3E% 3C / svg% 3E "alt =" pengembangan jaringan-5G "width =" 660 "height =" 340 "data -lazy-srcset =" https: // i0 .wp.com / blog.dimensidata.com / wp-content / unggah / pengembangan-jaringan-5G.png 660w, https://i0.wp.com/blog.dimensidata .com / wp-content / unggahan / jaringan- development-5G-300×155.png 300w, https://i0.wp.com/blog.dimensidata.com/wp-content/uploads/property-networks-5G-150×77. png 150w "data-lazy-size =" (max-width: 660px) 100vw, 660px "data-lazy-src =" https://i0.wp.com/blog.dimensidata.com/wp-content/uploads/ pengembangan jaringan-5G.png "/>

Perbaikan 5G itu harus dilakukan

Fisikawan dan juga mantan spesialis militer Inggris bernama Dr. Barrie Trower mengatakan bahwa para ilmuwan dari 40 negara menentang peluncuran jaringan 5G. Mereka bahkan telah meluncurkan makalah ilmiah yang menunjukkan efek negatif dari radiasi RF 5G. Dampak-dampak ini termasuk:

Darah bocor di otak Gangguan metabolisme sel Kerusakan oksidatif (penuaan dini) Gangguan metabolisme glukosa otak Pengurangan melanin (menyebabkan insomnia dan risiko kanker)

Gelombang pendek seperti 5G membuat penyebaran stasiun penyiaran yang lebih kecil lebih dari 4G. Ini sangat berbahaya untuk beberapa daerah, terutama di daerah populasi. 5G bahkan menyediakan 1 stasiun pemancar untuk 2-8 rumah. Dilaporkan bahkan 5G percobaan di Belanda dibatasi karena membunuh ratusan burung yang terbang di wilayah tersebut.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *