Kebijakan Zaman Revolusi.


82
82 points
Kebijakan Zaman Revolusi.

Setelah negosiasi Renville, Amir Sjarifuddin mulai merasionalisasi TNI (Program Re-Ra) dengan mengurangi jumlah pasukan. Pada saat itu, tentara reguler terdiri dari 350.000 personel, dan lebih dari 470.00 berada di tentara. Dengan program ini, pada 2 Januari 1948 Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No.1 tahun 1948, yang membagi pimpinan TNI menjadi Staf Umum Angkatan Bersenjata dan Markas Besar Pertempuran. Staf Umum dimasukkan dalam Departemen Pertahanan di bawah Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KASAP). Sementara itu, Markas Besar Pertempuran dipimpin oleh Kepala Komandan Pasukan Perang Mobil. Para pemimpin puncak TNI dan Staf Gabungan Angkatan Bersenjata dan semua perwira militer dipindahkan, dan pangkat mereka diturunkan ke satu tingkat. Presiden kemudian menunjuk Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata dengan Kolonel T.B. Simatupang sebagai wakilnya. Sebagai Panglima Angkatan Bersenjata, Sudirman diangkat. Staf Jenderal Angkatan Bersenjata berfungsi sebagai taktik dan perencana taktik dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, sementara Staf Markas Besar Pasukan Perang Mobil adalah pelaksana taktis operasional.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *