Legenda Ratu Pantai Utara Dewi Lanjar


94
94 points
Legenda Ratu Pantai Utara Dewi Lanjar

Versi 1

Dewi Lanjar masih menjadi legenda yang hidup di masyarakat dan masih mempengaruhi jiwa masyarakat, terutama di Pekalongan. Dalam semua acara yang sering dikaitkan dengan Dewi Lanjar, jika ada anak-anak yang hilang bermain di pantai mereka pasti mengira bahwa anak itu dibawa oleh Dewi Lanjar. Dan jika itu bisa ditemukan lagi, pasti si anak menyatakan dirinya hilang di suatu daerah atau istana yang penghuninya juga seperti kita. Mereka memiliki batik, perdagangan, pengrajin, memancing, dan kegiatan lainnya seperti kota. Daerah yang dikendalikan oleh seorang putri cantik adalah Dewi Lanjar.

Diceritakan pada zaman kuno di tempat di mana Kota Pekalongan tinggal seorang putri yang sangat indah, sampai sekarang masih menjadi pembicaraan warga, tempat yang terkenal dengan nama Dewi Rara Kuning. Tempat tinggalnya tidak bisa diketahui dengan pasti.

Dalam mengambil gelombang hidupnya Dewi Rara Kuning menderita penderitaan yang sangat berat, karena pada usia yang sangat muda ia telah menjadi janda. Suaminya meninggal setelah periode pernikahan. Maka dari situlah Dewi Rara Kuning kemudian terkenal sebagai Dewi Lanjar. (Istilah untuk seorang wanita yang bercerai dari suaminya pada usia muda dan tidak memiliki anak). Sejak suaminya meninggalkan Dewi Lanjar, hidupnya sangat menyedihkan dan selalu memikirkan suaminya. Hal-hal seperti itu berlangsung selama beberapa waktu, tetapi seiring waktu Dewi Lanjar punya waktu untuk berpikir lagi bahwa jika dibiarkan akan terus menjadi buruk sebagai hasilnya. Maka dari itu ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya, mengembara sambil menangis hatinya sedang ditimpa musibah.

Sejarah Dewi Lanjar, Biografi Dewi Lanjar, Legenda Ratu Pantai Utara Dewi Lanjar, Legenda Ratu Pantai Utara

Legenda Ratu Pantai Utara Dewi Lanjar

Begitulah perjalanannya Dewi Lanjar ke sungai, sungai Opak. Di tempat ini kemudian bertemu Raja Mataram dengan Mahapatih Singaranu yang sedang bermeditasi di atas air sungai. Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar mengungkapkan hatinya dan juga mengatakan dia tidak mau menikah lagi. Panembahan Senopati dan Mahapatih Singoranu untuk mendengar kata-katanya tersentuh dan merasa menyesal. Karena itu ia disarankan untuk bermeditasi di Pantai Selatan dan juga ke Ratu Selatan. Setelah beberapa saat, mereka berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing, Panembahan dan Senopati dan gubernur mereka terus bermeditasi di sepanjang sungai Opak sementara Dewi Lanjar pergi ke Pantai Selatan untuk menghadap Ratu Selatan.

Dikatakan bahwa Dewi Lanjar tiba di Pantai Selatan mencari tempat yang baik untuk bermeditasi. Karena ketekunan dan kepercayaan pada nasihat Raja Mataram, Dewi Lanjar akhirnya mendapat moksa (hilang) dan bisa bertemu dengan Ratu Selatan.

Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar memohon untuk menjadi bawahannya, dan Ratu Kidul tidak keberatan. Suatu hari Dewi Lanjar bersama dengan jin diperintahkan untuk mengganggu dan mencegah Raden Bahu dari membuka hutan Gambiren (sekarang terletak di sekitar jembatan anim Pekalongan dan desa Sorogenen di mana Raden Bahu membuat api) tetapi karena keajaiban Raden Bahu, yang diperoleh dari Petapa Ngalong (seperti Kelelawar / Kelelawar), semua godaan Dewi Lanjar dan jin-jin dapat dikalahkan dan bahkan tunduk pada Raden Bahu. Karena Dewi Lanjar tidak dapat memenuhi tugasnya, ia memutuskan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, tetapi kemudian meminta izin dari Raden Bahu untuk dapat tinggal di Pekalongan. Oleh Raden Bahu bahkan disetujui oleh Ratu Selatan. Dewi Lanjar diizinkan tinggal di pantai utara Jawa Tengah, khususnya di Pekalongan. Dikatakan bahwa lokasi istana Dewi Lanjar terletak di pantai Pekalongan di sebelah sungai Slamaran.

versi 2

Hingga saat ini, Dewi Lanjar masih menjadi legenda yang hidup di masyarakat dan masih memiliki pengaruh dalam jiwa orang terutama di Pekalongan. Dalam semua momen yang sering dikaitkan dengan Dewi Lanjar, jika ada anak-anak yang bermain di pantai mereka pasti memiliki pendapat bahwa anak itu dibawa oleh Dewi Lanjar. Dan jika Anda bisa menemukannya lagi, pasti si anak akan mengatakan bahwa ia tersesat di suatu daerah atau istana di mana penghuninya juga seperti kita. Mereka memiliki kegiatan seperti batik, perdagangan, pengrajin, nelayan dan lain-lain yang tidak seperti di kota. Daerah ini dikendalikan oleh seorang putri cantik bernama Dewi Lanjar.

Diceritakan di masa lalu di satu tempat Kota Pekalongan tinggal seorang putri yang sangat cantik bernama Dewi Rara Kuning. Rumah itu masih membingungkan, tidak ada yang tahu persis jalannya. Dalam mengejar kehidupan Dewi Rara Kuning, penderitaan sangat berat, karena di usia yang sangat muda ia telah menjadi janda. Suaminya meninggal dunia setelah semua waktu memegang pernikahannya. Maka dari situlah Dewi Rara Kuning kemudian dikenal sebagai Dewi Lanjar. (Suatu istilah untuk seseorang yang bercerai dari suaminya yang masih muda dan tidak memiliki anak). Mulai dari kematian suaminya, Dewi Lanjar, hidupnya sangat menyedihkan dan selalu memikirkan suaminya. Hal itu berjalan jauh, tetapi seiring waktu Dewi Lanjar pernah memikirkan kembali bahwa jika dilewatkan, itu akan selalu tidak baik. Maka dari itu ia kemudian membuat keputusan untuk meninggalkan kampung halamannya, berkeliaran sambil menangis hatinya dilanda musibah.

Itu sudah termasuk, perjalanan Dewi Lanjar ke sungai bernama Opak. Di tempat ini ia bertemu Raja Mataram bersama Mahapatih Singaranu yang sedang bermeditasi mengapung di atas air sungai. Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar mengungkapkan hatinya dan juga menyatakan keengganannya untuk menikah lagi. Panembahan Senopati dan Mahapatih Singoranu mendengar kata-katanya tersentuh dan merasa menyesal. Karena itu ia disarankan untuk bermeditasi di Pantai Selatan dan juga untuk menghadap Ratu Selatan. Setelah waktu yang lama, mereka berpisah dan melanjutkan perjalanan mereka, Panembahan Senopati dan bupatinya terus bermeditasi sepanjang masa Opak sementara Dewi Lanjar pergi ke Pantai Selatan untuk bertemu dengan Ratu Selatan.

Diberitahu bahwa Dewi Lanjar setelah tiba di Pantai Selatan mencari tempat yang baik untuk bermeditasi. Karena ketekunan dan kepercayaan yang akan menjadi nasehat Raja Mataram pada akhirnya Dewi Lanjar bisa moksa (hilang) dan bisa bertemu dengan Ratu Selatan. Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar memohon untuk menjadi bawahannya, dan Ratu Selatan tidak keberatan. Suatu hari Dewi Lanjar bertepatan dengan jin yang diperintahkan untuk mengganggu dan menghindari Raden Bahurekso yang membuka hutan Gambiran (saat ini terletak di sekitar jembatan anim Pekalongan dan desa Sorogenen di mana Raden Bahurekso membuat api) tetapi karena keajaiban Raden Bahurekso, yang dari Ngalong (seperti Kelelawar / Kelelawar), semua godaan Dewi Lanjar dan jin dapat ditaklukkan dan bahkan tunduk pada Raden Bahurekso. Karena Dewi Lanjar gagal menyelesaikan pekerjaan sehingga dia membuat keputusan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, tetapi kemudian meminta izin dari Raden Bahurekso untuk dapat tinggal di Pekalongan. Oleh Raden Bahurekso disetujui juga oleh Ratu Selatan. Dewi Lanjar diizinkan tinggal di pantai utara Jawa Tengah, khususnya di Pekalongan.

Dikatakan bahwa lokasi Istana Dewi Lanjar terletak di pantai Pekalongan di sebelah sungai Slamaran. Tempat wisata SLAMARAN INDAH adalah daerah pantai yang memberikan perasaan sejuk dan nyaman. Ada di sebelah timur Pantai Pasir Kencana yang dibatasi oleh muara Pelabuhan Perikanan Kepulauan Pekalongan.

sumber: nyirorokidultan patumbal

versi 3

Ratu Laut Utara adalah sosok legendaris di penguasa laut utara pulau Jawa, terutama di Pekalongan utara, Jawa Tengah. Dalam kepercayaan masyarakat Pekalongan, nama asli Ratu Laut Utara adalah Dewi Lanjar. Lanjar adalah istilah untuk wanita yang menceraikan suami mereka di usia muda dan tidak memiliki anak.

Orang Pekalongan khususnya masih memiliki kepercayaan yang kuat pada sosok Dewi Lanjar. Misalnya jika seorang anak hilang saat bermain di pantai, masyarakat percaya bahwa anak itu dibawa oleh Dewi Lanjar. Dikatakan bahwa lokasi istana Dewi Lanjar terletak di pantai Pekalongan di sebelah sungai Slamaran.

Pada zaman kuno di Pekalongan hiduplah seorang putri cantik bernama Dewi Rara Kuning. Dia telah menjadi janda pada usia yang sangat muda karena suaminya meninggal beberapa saat setelah pernikahan mereka. Itulah sebabnya Dewi Rara Kuning kemudian dikenal sebagai Dewi Lanjar. Karena itu, Dewi Lanjar memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya sehingga ia tidak akan terus-menerus terselubung.

Setibanya di sungai Opak, ia bertemu Raja Mataram Panembahan Senopati dengan Mahapatih Singaranu yang bertapa melayang di atas air sungai. Dewi Lanjar mengungkapkan hatinya dan berkata bahwa dia tidak akan menikah lagi. Panembahan Senopati dan Mahapatih Singoranu merasa menyesal kemudian menyarankannya untuk bermeditasi di Pantai Selatan yang menghadap Ratu Selatan. Kemudian mereka berpisah, Panembahan Senopati dan gubernurnya terus bermeditasi di sepanjang sungai Opak sementara Dewi Lanjar menuju Pantai Selatan. Dia bermeditasi dengan rajin lalu moksa dan bertemu dengan Ratu Selatan.

Dalam pertemuan itu, Dewi Lanjar memohon agar putra Kanjeng Ratu Kidul, Ratu Selatan tidak keberatan. Suatu hari, Dewi Lanjar dan pasukan Jin diperintahkan untuk menyela dan mencegah Raden Bahu dari membuka hutan Gambiren (sekarang di sekitar jembatan anim Pekalongan dan desa Sorogenen). Namun, Raden Bahu tidak terpengaruh oleh semua godaan Dewi Lanjar dan pasukan jinnya. Karena gagal memenuhi tugasnya, Dewi Lanjar memutuskan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, tetapi meminta izin dari Raden Bahu untuk dapat tinggal di Pekalongan. Ini disetujui oleh Raden Bahu dan Ratu Selatan. Dewi Lanjar diizinkan tinggal di pantai utara Jawa Tengah, khususnya di Pekalongan.

Baca Juga:
Koleksi Kaligrafi Unik
Wanita Muslim Paling Cantik di Dunia
Nama Keluarga Ultraman Lainnya


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *