Mengapa Tidak Ada Lagi Planet Pluto, Padahal Dulu Ada? « Dunia Astronomi


130
130 points
Mengapa Tidak Ada Lagi Planet Pluto, Padahal Dulu Ada? « Dunia Astronomi

Pertanyaannya bagus, dan ada banyak orang yang menanyakannya. Sebenarnya, Pluto masih ada di Tata Surya kita. Perubahan yang dialami Pluto hanyalah status yang tidak lagi disebut planet, melainkan menjadi planet kerdil (planet kerdil).

Perubahan diputuskan pada Rapat Umum IAU XXVI (International Astronomy Union), yang diadakan pada tahun 2006, ketika mereka membuat definisi baru untuk berbagai kategori benda langit di Tata Surya.

Salah satu hasil pertemuan itu adalah mereka menentukan definisi planet.
Menurut definisi baru, sebuah planet adalah benda langit
mengelilingi Matahari, berbentuk (hampir) bulat karena berada di dalam
keadaan keseimbangan hidrostatik, dan dominan dalam orbitnya.

(1) "Planet" adalah benda langit tempat (a) berada
mengorbit di sekitar Matahari, (b) memiliki massa yang cukup untuk gravitasi diri
mengatasi kekuatan tubuh yang kaku sehingga mengasumsikan keseimbangan hidrostatik
bentuk (hampir bundar), dan (c) telah membersihkan lingkungan di sekitarnya
orbit. [Sumber: iau0603 — Press Release]

Kemudian, mereka juga memberikan definisi planet kerdil
sebagai benda langit yang mengelilingi Matahari, berbentuk (hampir)
bulat karena berada dalam keseimbangan hidrostatik, tidak dominan
di orbitnya, dan bukan satelit. Selanjutnya didefinisikan bahwa semua
benda lain, kecuali satelit, yang mengelilingi Matahari disebut
sebagai benda kecil dari Tata Surya.

Dengan definisi ini, Pluto dianggap sebagai planet kerdil karena Charon
sebagai satelit Pluto yang ukurannya tidak jauh berbeda dari Pluto,
jadi Pluto dianggap tidak dominan dalam orbitnya.

Pluto dan Charon

Tahukah Anda bahwa Pluto pertama kali ditemukan pada tahun 1930
oleh astronom Amerika Serikat Clyde Tombaugh. Sejak itu, Pluto
disebut sebagai planet kesembilan.

Tetapi setelah banyak benda lain ditemukan di sekitar Pluto, seperti
Quaoar (2002), Sedna (2003) dan Eris (2005), para astronom mulai
meragukan status Pluto. Terutama karena Eris lebih besar dari
Pluto dan akibatnya Eris mendapat julukan dari planet kesepuluh.
Bahkan ada ide untuk menganggap Charon sebagai planet kembar
dengan Pluto, maka Ceres dan Eris juga disebut planet, jadi angkanya
bahkan planet bisa mencapai 12 buah.

Definisi planet itu sendiri tidak pernah secara resmi ditentukan
sebelumnya, jadi ada kebingungan tentang berbagai objek baru
ditemukan di daerah tersebut Obyek Sabuk Kuiper, yaitu daerah yang
terletak lebih jauh dari Pluto. Jika tidak terbatas, jumlah planet di
Tata Surya mungkin akan terus tumbuh.

Dengan definisi baru, penambahan planet ini bisa dicegah.
Setidaknya sampai sekarang atau ketika para astronom sudah merasa perlu
buat definisi baru lagi.

Sumber gambar: https://www.nasa.gov

* Artikel ini telah diposting di situs web Asking Children


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *