Padang Memandang Matoari | langitselatan


97
97 points
Padang Memandang Matoari | langitselatan

Desember 2019 menjadi bulan istimewa bagi pecinta Astronomi. Cincin Gerhana Matahari Cincin yang mengunjungi beberapa kota di Indonesia menjadi hadiah yang manis di akhir tahun. Berbeda dari momen gerhana matahari sebelumnya, kali ini saya tidak ikut dalam ekspedisi gerhana matahari langsung. Tim Bahasa Selatan mengamati gerhana matahari cincin di daerah Singkawang, tepatnya di Dayang Resort.

Saya tinggal di kota Padang. Kota ini memang tidak dilewati oleh api unggun matahari. Namun, saya tidak berkecil hati. Disk bulan yang menutupi matahari hingga 89% terlalu buruk untuk dilewatkan. Mengamati proses gerhana sendirian di halaman bahkan terasa seperti tidak pas. Akibatnya, saya mencari komunitas yang secara umum tertarik mengamati gerhana bersama. Pilihan saya jatuh pada desa literasi bernama Bukik Ase.

Sebenarnya, sebelumnya, saya sudah memutuskan Bukik Ase sebagai lokasi untuk mengamati gerhana. Permintaan saya untuk melakukan pengamatan telah disetujui oleh admin Bukik Ase. Kami berkomunikasi melalui Facebook sekitar bulan Oktober. Tetapi sebelum mengamati gerhana, pesan saya tertanggal 26 dan 27 November 2019 tidak lagi dijawab. Ini berlanjut hingga Desember.

Beruntung salah satu aktivis home schooling di kota Padang, Miya Maharani, menghubungi saya. Sampai akhirnya saya bisa bertemu dengan pemrakarsa dan penggerak desa literasi Bukik Ase, Yuzrizal KW. Di Sumatera Barat, ia dikenal sebagai Uda KW atau Da KW. Dari informasi Uda KW, ternyata admin Bukik Ase yang pernah saya hubungi tidak lagi aktif. Inilah mengapa komunikasi saya dengan admin Bukik Ase pada bulan November tidak berbalas.

Acara pemantauan gerhana matahari sebagian akhirnya diatur dengan melibatkan komunitas yang lebih luas, yaitu KOMBATS – komunitas belajar yang tidak menyenangkan di sekolah, Bukik Ase dan relawannya, yang sebagian besar adalah siswa, dan saya sendiri sebagai kontributor komunikasi langsung. Dari hasil pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam, diputuskan bahwa kegiatan akan berlangsung selama dua hari.

Pelajari Gerhana Matahari

Kegiatan pertama dilakukan pada 22 Desember 2019, Minggu siang sekitar jam 4 pagi. Cuaca sore itu gerimis. Tapi ini tidak menyurutkan relawan Bukik Ase, mahasiswa KOMBATS, dan juga sebagian besar peserta yang masih anak-anak untuk mencari tahu tentang fenomena gerhana matahari. Beberapa orang tua tampaknya menemani anak-anak mereka yang antusias mengikuti materi. Materi yang diberikan meliputi proses terjadinya gerhana matahari, jalur gerhana matahari cincin, waktu pengamatan gerhana matahari parsial di kota Padang, serta bagaimana cara mengamatinya dengan aman. Di akhir kegiatan, peserta membuat kamera lubang jarum dari kotak yang mereka bawa.

Gambar 1. Suasana saat presentasi materi di Bukik Ase Saung. Kredit: Bukik Ase

Gambar 1. Suasana saat presentasi materi di Bukik Ase Saung. Kredit: Bukik Ase

Gambar 2. Praktik Membuat Kamera Lubang Jarum menggunakan kardus bekas. Kredit: Bukik Ase

Gambar 2. Praktik Membuat Kamera Lubang Jarum menggunakan kardus bekas. Kredit: Bukik Ase

Gambar 3. Tes kamera lubang jarum di lapangan. Kredit: Bukik Ase.

Gambar 3. Tes kamera lubang jarum di lapangan. Kredit: Bukik Ase.

Pengamatan gerhana matahari parsial

Cuaca pada 26 Desember 2019 sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya langit tertutup awan kelabu, sekarang cuacanya sangat cerah. Langit tampak biru. Kegiatan di Bukik Ase dimulai sekitar pukul 09.00. Setelah acara dibuka oleh Uda KW, Ibu Miya Maharani mendapat giliran berikutnya untuk menjelaskan tentang kegiatan pengamatan kali ini. Setelah penggagas KOMBATS berbicara, sekarang giliran saya untuk menjelaskan proses gerhana matahari yang merupakan pengulangan materi yang dilakukan pada hari Minggu. Ini dilakukan karena banyak peserta tidak berpartisipasi dalam kegiatan sebelumnya. Namun, saya tidak bisa menjelaskan lama. Tidak terasa waktu kontak 1 untuk wilayah kota Padang hampir di 10:19.

Sekitar 10:10 saya membagi 3 pos pengamatan. Posting pertama adalah observasi menggunakan kacamata matahari langsung. Posting ini dipercayakan kepada Tya, salah satu sukarelawan Bukik Ase. Pos kedua adalah pos manajemen gerhana dengan kamera lubang jarum. Pos ini dipegang oleh anak-anak KOMBATS yaitu Hadi, Lucky, dan Pasha. Pos ketiga adalah pos teleskop yang dipegang oleh saya sendiri. Saya dibantu oleh salah satu sukarelawan Bukik Ase, Sonya. Dalam posting ini para peserta tidak hanya mengamati gerhana, tetapi diberi kesempatan untuk menangkap momen gerhana parsial dengan menggunakan smartphone mereka. Kegiatan ini ditutup dengan pelaksanaan Doa Zuhur dan Doa Eclipse di ruang sholat Bukik Ase.

Gambar 4. Atmosfer selama paparan ulang gerhana matahari. Kredit: Bukik Ase

Gambar 4. Atmosfer selama paparan ulang gerhana matahari. Kredit: Bukik Ase

Gambar 5. Pengamatan gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB

Gambar 5. Pengamatan gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB

Gambar 6. Anak-anak dengan antusias mengamati gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB

Gambar 6. Anak-anak dengan antusias mengamati gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB

Gambar 7. Seorang anak yang mencoba menangkap gerhana matahari dengan ponsel. Kredit: AldinoAB

Gambar 7. Seorang anak yang mencoba menangkap gerhana matahari dengan ponsel. Kredit: AldinoAB

Gambar 8. Observasi dengan kamera lubang jarum. Kredit: AldinoAB

Gambar 8. Observasi dengan kamera lubang jarum. Kredit: AldinoAB

Gambar 9. Gambar gerhana matahari sebagian diproyeksikan pada kamera lubang jarum. Kredit: AldinoAB

Gambar 9. Gambar gerhana matahari sebagian diproyeksikan pada kamera lubang jarum. Kredit: AldinoAB

Gambar 10. Pengamatan menggunakan kacamata matahari. Kredit: AldinoAB

Gambar 10. Pengamatan menggunakan kacamata matahari. Kredit: AldinoAB

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *