Polusi Galaksi | langitselatan


87
87 points
Polusi Galaksi | langitselatan

Perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan seperti polusi udara dan laut adalah keprihatinan utama orang-orang di Bumi.

Gas karbon yang menyelimuti galaksi saat alam semesta baru berusia satu miliar tahun. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA / ESA, Fujimoto et al.

Gas karbon yang menyelimuti galaksi saat alam semesta baru berusia satu miliar tahun. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA / ESA, Fujimoto et al.

Tapi, pencemaran lingkungan telah terjadi di alam semesta sejak jaman dahulu. Dan dalam penelitian ini, para ilmuwan telah menemukan polusi paling awal yang terjadi di Semesta.

Di Bumi, gas karbon adalah polutan yang berbahaya bagi lingkungan. Namun, di ruang angkasa, gas karbon merupakan elemen penting dalam pembentukan bintang dan galaksi pertama ketika alam semesta masih muda.

Kali ini, para astronom melihat alam semesta dengan teleskop radio ALMA di Chili. Dari pengamatan ini ditemukan awan raksasa yang berlimpah dengan gas karbon, yang membentang lebih dari 30.000 tahun cahaya di sekitar galaksi muda, pada jarak 12,8 miliar tahun cahaya. Dari kejauhan kita dapat mengetahui bahwa kepompong gas karbon ditemukan satu miliar tahun setelah Big Bang. Itu berarti, satu miliar tahun setelah Big Bang, bintang-bintang telah terbentuk, berevolusi, dan mati.

Menariknya, gas karbon yang ditemukan tidak hanya di galaksi tetapi juga melampaui galaksi. Bagaimana gas ini bisa menyebar di luar galaksi?

Ketika Alam Semesta Baru terbentuk melalui Big Bang, unsur-unsur seperti karbon dan oksigen belum ada. Elemen-elemen berat seperti ini hanya terbentuk ketika bintang-bintang pertama terbentuk di Semesta. Jadi, karbon dan oksigen dihasilkan melalui reaksi pembakaran di inti bintang. Karena bintang-bintang pertama ini mati dalam ledakan supernova, karbon dan oksigen yang berada di dalam bintang dapat menyebar ke seluruh galaksi, bahkan di luar galaksi. Untuk dapat menyebar di luar galaksi, para astronom menduga bahwa penyebarannya dibantu oleh semburan radiasi lubang hitam yang energik dan supermasif di pusat galaksi.

Awan raksasa gas karbon ini adalah berita pertama yang datang dari Semesta awal yang terkait dengan atom karbon yang menyebar dari galaksi. Yang menarik, hingga saat ini, belum ada teori yang memprediksi keberadaan kepompong karbon raksasa di galaksi yang sedang tumbuh.

Fakta Menarik

Semua karbon di alam semesta dibuat dalam bintang-bintang. Karbon mengisi sebagian besar hidup kita. Mulai dari karbon dioksida di udara hingga makanan yang kita makan. Dan hampir seperlima dari tubuh kita terbuat dari karbon.

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *