Sejarah Kesultanan Demak | Kumpulan Sejarah


100
100 points
Sejarah Kesultanan Demak | Kumpulan Sejarah

Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa ("Pasisir"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya adalah adipati kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru yang mewarisi legitimasi kebesaran Majapahit.

Kerajaan ini tercatat sebagai pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya, meskipun tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada 1560, kekuasaan Demak bergeser ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir / Hadiwijaya. Salah satu peninggalan bersejarah Demak adalah Masjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan oleh Wali Songo.

Lokasi istana Demak, yang pada waktu itu berada di tepi laut, berada di desa Bintara (baca "Bintoro"dalam bahasa Jawa), sekarang telah menjadi bagian dari kota Demak di Jawa Tengah. Gelar kerajaan pada periode ketika ibukota di sana dikenal sebagai Demak Bintara. Selama raja ke-4 (Sunan Prawoto), istana dipindahkan ke Prawata (diucapkan "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan itu disebut Demak Prawata. Setelah kematian Sunan Prawoto, Arya Penangsang memerintah kesultanan yang sudah lemah ini dari Jipang-Panolan (sekarang dekat Cepu). Kotaraja Demak dipindahkan ke Jipang dan periode ini dikenal sebagai Demak Jipang.

http://juraganseliti.blogspot.com

Baca juga:

Hadiwijaya dari Pajang mewarisi wilayah tersebut Demak tersisa setelah dia, bersama dengan Ki Gede Pamanahan dan Ki Penjawi, menaklukkan Arya Penangsang. Demak kemudian menjadi pengikut dari Pajang.

Menjelang akhir abad ke-15, seiring dengan kematangan Majapahit, praktis beberapa wilayahnya mulai memisahkan diri. Bahkan daerah-daerah yang tersebar di wilayah adipati-adipati saling serang, mengklaim sebagai pewaris takhta Majapahit.

Sementara Demak mereka yang berada di pantai utara Jawa muncul sebagai wilayah merdeka. Dalam tradisi Jawa dijelaskan bahwa Demak adalah pengganti langsung dari Majapahit, sementara Raja Demak (Raden Patah) dianggap sebagai putra terakhir Majapahit. Kerajaan Demak didirikan oleh kemungkinan besar seorang Cina Muslim bernama Cek Ko-po. Kemungkinan besar putranya adalah orang yang ada di dalam Tomé Pires Suma Orientalitu dijuluki "Pate Rodim", mungkin berarti "Badruddin" atau "Kamaruddin" dan meninggal sekitar 1504. Putra atau saudara perempuan Rodim, bernama Trenggana memerintah dari 1505 hingga 1518, kemudian dari 1521 hingga 1546. Di antara dua periode yang dinobatkan adalah miliknya saudara ipar, Raja Yunus (Pati Unus) dari Jepara. Sementara pada masa Trenggana sekitar tahun 1527 ekspansi militer Kerajaan Demak berhasil menaklukkan Majapahit. https://juraganseliti.blogspot.com/2018/09/sejarah-kesultanan-demak.html

Kerajaan Demak Bintoro memiliki dua pelabuhan, yaitu:

– Pelabuhan komersial = sekitar Bonang (Demak)

– Pelabuhan militer = sekitar Teluk Wetan (Jepara)

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Demak telah menjadi kerajaan yang kuat di Jawa, tidak ada kerajaan lain di Jawa yang mampu menyaingi upaya kerajaan dalam memperluas kekuatannya dengan menaklukkan beberapa pelabuhan dan wilayah pedalaman di kepulauan.

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak dengan perspektif nusantara. Visinya yang besar adalah menjadikan Demak sebuah kerajaan maritim yang besar. Selama kepemimpinannya, Demak merasa terancam oleh pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali ia mengirim angkatan lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka.

Trenggana berkontribusi terhadap penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai mengambil kendali daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran dan mengusir tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), juga menaklukkan hampir semua Pasundan / Jawa Barat (1528-1540) dan mantan Majapahit wilayah di Jawa Timur seperti Tuban (1527), Madura (1528), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527-1529), Kediri (1529), Malang (1529-1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa (1529-1546). Trenggana meninggal pada 1546 dalam pertempuran untuk menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah satu panglima perang Demak pada waktu itu adalah Fatahillah, seorang pemuda dari Pasai (Sumatra), yang juga menantu Raja Trenggana. Sementara Maulana Hasanuddin putra Sunan Gunung Jati[4] diperintah oleh Trenggana untuk menaklukkan Banten Girang. Belakangan, keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebuah kerajaan merdeka. Sedangkan Sunan Kudus adalah seorang imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.

https://juraganseliti.blogspot.com/2018/09/sejarah-kesultanan-demak.html

Lihat juga:

Suksesi Raja Demak 3 tidak berjalan mulus, ada persaingan sengit antara P. Surowiyoto (Pangeran Sekar) dan Trenggana yang berlanjut dengan pembunuhan P. Surowiyoto oleh Sunan Prawoto (putra Trenggono), ini Peristiwa itu terjadi di tepi sungai ketika Surowiyoto kembali dari masjid setelah salat Jumat. Sejak kejadian itu Surowiyoto (Sekar) dikenal sebagai Sekar Sedo Lepen, yang berarti Sekar meninggal di Sungai. Pada 1546 Trenggono meninggal dan tampuk kekuasaan dipegang oleh Sunan Prawoto, putra Trenggono, sebagai Raja Demak ke-4, tetapi pada 1549 Sunan Prawoto dan istrinya dibunuh oleh pengikut P. Arya Penangsang, putra Pangeran Surowiyoto (Sekar). Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa takhta Demak ketika Raja Demak menjadi 5. Pengikut Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri, Adipati Jepara, ini menyebabkan para adipati di bawah Demak bermusuhan dengan P. Arya Penangsang, salah satu dari siapa itu Duke Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo)

Pada 1554 terjadi pemberontakan oleh Adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo) untuk merebut kekuasaan dari Arya Penangsang. Dalam acara ini Arya Penangsang dibunuh oleh Sutawijaya, putra angkat Joko Tingkir. Dengan terbunuhnya Arya Penangsang sebagai Raja Demak ke-5, era Kerajaan Demak berakhir. Joko Tingkir (Hadiwijoyo) memindahkan Pusat Pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *