Sesuatu dari Ketiadaan: Masa Awal Kelahiran Bintang


108
108 points
Sesuatu dari Ketiadaan: Masa Awal Kelahiran Bintang

Bagaimana bintang dan planet terlihat di langit malam? Dari mana bintang-bintang ini berasal dan apa bahan penyusunnya? Bagaimana kelahiran bintang?

300 protobintang dan disk protoplanet dilihat oleh ALMA dan VLA. ALMA melihat struktur cakram terluar (biru) sementara VLA melihat cakram bagian dalam dan inti. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), J. Tobin; NRAO / AUI / NSF, S. Dagnello

300 protobintang dan disk protoplanet dilihat oleh ALMA dan VLA. ALMA melihat struktur cakram terluar (biru) sementara VLA melihat cakram bagian dalam dan inti. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), J. Tobin; NRAO / AUI / NSF, S. Dagnello

Sebagian besar bintang di alam semesta memiliki planet yang menyertainya. Planet-planet ini terbentuk dalam cincin gas dan debu yang disebut disk protoplanet. Setiap bintang muda harus memiliki piringan gas dan debu. Karena ini, para astronom mengetahui kapan fragmen-fragmen ini mulai terbentuk dan seperti apa bentuknya.

Tapi, bintang muda itu sangat redup untuk diamati karena ada awan tebal gas dan debu di sekitarnya. Hanya teleskop radio yang sangat sensitif yang dapat melihat disk kecil di sekitar bayi bintang di awan tebal.

Sebuah tim astronom internasional menggunakan dua dari teleskop radio paling canggih di dunia untuk memotret tiga ratus piringan pembentuk planet di sekitar bintang yang sangat muda di awan Orion. Foto-foto yang diambil oleh Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) dan Karl G. Jansky Very Large Array (VLA) mengungkapkan informasi baru tentang lokasi kelahiran planet-planet dan tahap awal pembentukan bintang.

Di awal kehidupan, seorang kandidat bintang yang sangat muda yang dikenal sebagai protobintang, terbentuk dalam awan gas dan debu di langit. Protobintang adalah bola gas dan debu dingin yang runtuh karena gaya gravitasinya. Belum ada pembakaran nuklir di pusat bintang yang biasanya menjadi sumber energi bintang tua, ketika keruntuhan terjadi.

Ketika awan gas dan debu yang merupakan kandidat bintang runtuh, awan kemudian berputar dan membentuk cakram datar di sekitar bintang. Bahan dari disk masih ditarik untuk menjadi makanan yang dimakan oleh protobintang untuk terus tumbuh dan akhirnya menjadi bintang penuh.

Saat keruntuhan berlanjut, protobintang menjadi bola yang lebih padat dan lebih panas. Akhirnya, bintang terbentuk dan materi yang tersisa di disk membentuk planet.

Petunjuk Hilang

Skema pembentukan bintang berdasarkan 4 protostar yang difoto oleh ALMA dan VLA. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), N. Karnath; NRAO / AUI / NSF, B. Saxton dan S. Dagnello

Skema pembentukan bintang berdasarkan 4 protostar yang difoto oleh ALMA dan VLA. Kredit: ALMA (ESO / NAOJ / NRAO), N. Karnath; NRAO / AUI / NSF, B. Saxton dan S. Dagnello

Pengamatan ALMA dan VLA tidak hanya menghasilkan 300 foto disk protoplanet, tetapi mengungkapkan beberapa petunjuk yang hilang dari tahap awal pembentukan bintang. Survei kedua terhadap teleskop radio sambil mengintip ratusan protobintang di dalam awan tebal berhasil mengungkap massa dan ukuran rata-rata cakram protoplanet.

Apa yang ALMA dan VLA temukan, disk protoplanet yang sangat muda, dapat memiliki ukuran yang serupa. Namun, disk muda ini jauh lebih besar daripada disk protoplanet yang lebih tua. Tidak mengherankan, ketika bintang terus tumbuh, materi dalam piringan protoplanet terus ditarik dan ditelan oleh bintang. Ketika piringan protoplanet masih muda, bahan baku pembentuk planet masih berlimpah. Menurut para astronom, planet raksasa mulai terbentuk ketika bintang masih sangat muda atau ketika bintang baru terbentuk.

Dari 300 bintang protintang, ada 4 yang menarik perhatian. Keempat protobintang itu bentuknya tidak beraturan seperti benjolan. Rupanya, ini adalah cikal bakal bintang baru yang memasuki tahap paling awal pembentukan bintang. Bahkan benjolan ini belum menjadi protobintang. Belum yakin berapa usianya, tetapi diperkirakan gumpalan ini berumur kurang dari 10 ribu tahun.

Untuk dikategorikan sebagai protobintang, maka di sekitar cikal bakal bintang harus ada cakram datar dan aliran material yang memuntahkan ke arah yang berlawanan dan membersihkan awan tebal di sekitar bintang. Dengan demikian, bintang yang terbentuk dapat terlihat. Aliran ini penting untuk mencegah bintang berputar di luar kendali ketika mereka tumbuh.

Salah satu bintang bayi yang diteliti bernama HOPS 404. Aliran materi yang keluar dari protobintang adalah kecepatan 2 km / detik. Secara umum, kecepatan aliran material protobintang adalah 10-100 km / detik. Rupanya, kandidat bintang ini baru mulai melemparkan materialnya sehingga ada kehilangan meomentum sudut yang memungkinkan bintang untuk terus tumbuh.

Fakta Menarik

Ketika bintang baru terbentuk, suhunya masih sangat dingin. Ia bahkan bisa membuat kita membeku karena awalnya sekitar -250ºC dan terus memanas hingga 40.000ºC (di permukaan) ketika menjadi bintang.

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *