Sifat Fisis Cahaya beserta Contohnya!


94
94 points
Sifat Fisis Cahaya beserta Contohnya!
poker online

Quipperian, sekali lagi membahas tentang Fisika. Topik kali ini adalah tentang optik. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan optik? Apakah ini hanya tentang cermin, lensa, kacamata, mikroskop, dan loop? Atau lebih lebar dari itu? Nah, sebelum mengklaim optik dan fisika sebagai subjek yang rumit, mari kita lihat penjelasan sederhana tentang fisika optik ini!

Jadi, ternyata optik jauh lebih luas dari sekedar diskusi tentang cermin dan lensa. Pada dasarnya, optik adalah cabang fisika yang mempelajari cahaya. Cahaya itu sendiri adalah energi radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Selain sebagai gelombang, cahaya juga bisa seperti partikel. Selanjutnya dalam diskusi ini, kita akan mengenali beberapa sifat fisik cahaya bersama dengan contoh-contohnya. Dengarkan, ayo!

Sifat fisik cahaya

Pada dasarnya, ketika cahaya mengenai suatu material, elektron dari material tersebut bergetar dan menghasilkan energi. Jumlah energi yang dipancarkan dari elektron-elektron ini tergantung pada frekuensi gelombang cahaya yang berdenyut, panjang gelombang cahaya, bersama dengan struktur atom dari bahan yang dihancurkan. Selanjutnya, benturan materi oleh cahaya ini akan memunculkan sifat fisik cahaya, seperti interferensi (fusi), difraksi (tekukan), dispersi (dekomposisi), refleksi (refleksi), dan refraksi (refraksi).

1. Gangguan

Gangguan cahaya adalah kombinasi dari dua atau lebih gelombang cahaya. Sifat ini dapat diamati dengan jelas oleh mata manusia jika kedua gelombang cahaya itu koheren (memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama, serta fase tetap). Contoh paling umum dari interferensi adalah interferensi celah ganda (interferensi Young). Dalam kombinasi ini, dua sumber cahaya yang koheren dilewatkan melalui dua celah. Kedua balok cahaya akan bergabung untuk membentuk pola interferensi yang diamati pada layar sebagai berikut:

Jika dua gelombang cahaya mengganggu secara konstruktif (saling memperkuat) maka pola garis terang (gangguan maksimum) akan dihasilkan di layar. Gangguan ini terjadi jika perbedaan lintasan antara dua gelombang sama dengan nol atau kelipatan putaran dari panjang gelombang yang dapat diekspresikan oleh rumus berikut:

Sementara itu, jika dua gelombang cahaya memiliki interferensi destruktif (saling melemahkan) maka pola garis gelap akan dihasilkan di layar. Gangguan terjadi jika perbedaan lintasan antara kedua gelombang adalah kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombangnya yang dapat diekspresikan dengan rumus berikut:

2. Difraksi

Difraksi cahaya adalah peristiwa membengkokkan gelombang cahaya setelah melewati penghalang. Dalam acara ini juga dihasilkan garis-garis terang dan garis-garis gelap.

Sebuah. Difraksi celah tunggal:

Formula difraksi maksimum (pola cerah):

Formula difraksi minimum (pola gelap):

Informasi:

b. Difraksi banyak celah atau kisi

Formula difraksi maksimum (pola cerah):

Formula difraksi minimum (pola gelap):

Informasi:

3. Dispersi

Dispersi adalah penguraian cahaya putih (polikromatik), yang terdiri dari banyak warna dan panjang gelombang, menjadi cahaya warna-warni (monokromatik). Jika cahaya putih diarahkan pada prisma, ia akan terurai menjadi cahaya merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, yang masing-masing memiliki panjang gelombang berbeda dan menghasilkan indeks bias yang berbeda. Semakin kecil panjang gelombang, semakin besar indeks biasnya.

4. Refleksi

Refleksi atau refleksi gelombang adalah peristiwa mengembalikan semua atau sebagian gelombang ketika bertemu bidang batas antara dua media sehingga hukum refleksi berikut berlaku:

Sinar yang masuk, cahaya yang dipantulkan, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak dalam satu bidang datar.
Sudutnya sama dengan sudut pantulan.

5. Pembiasan

Pembiasan atau pembiasan adalah peristiwa membengkokkan arah gelombang setelah melewati batas antara dua medium dengan indeks bias yang berbeda. Indeks bias adalah kuantitas yang menyatakan kerapatan suatu media yang didefinisikan sebagai rasio antara perambatan cahaya yang cepat dalam ruang kerja yang berongga dan perambatan cahaya dalam suatu media tertentu.



Cermin

Cermin dan lensa adalah contoh bidang batas dari proses refleksi cahaya karena memenuhi hukum cahaya yang memantulkan cahaya.

1. Cermin Datar

Properti bayangan:

Bayangan virtual, tegak, dan terletak di belakang cermin.
Jarak bayangan sama dengan jarak objek ke cermin (s & # 39; = s)
Ukuran bayangan sama dengan ukuran objek (M = 1)

2. Cermin cekung

Properti bayangan berdasarkan posisi objek dan posisi bayangan (s & # 39;):

Formula jarak fokus:

Rumus perbesaran gambar untuk objek:

Informasi:

M = pembesaran bayangan

f = jarak fokus (m)

s = jarak objek dari cermin (m)

s '= jarak dari cermin (m)

h = tinggi objek (m)

h '= ketinggian bayangan (m)

3. Cermin cembung

Sifat bayangan pada cermin cembung selalu virtual, tegak, dan diminimalkan.

Formula jarak fokus:

Rumus perbesaran gambar untuk objek:

Informasi:

M = pembesaran bayangan

f = jarak fokus (m)

s = jarak objek dari cermin (m)

s '= jarak dari cermin (m)

h = tinggi objek (m)

h '= ketinggian bayangan (m)

Instrumen Optik

Berikutnya, contoh alat yang menggunakan prinsip-prinsip optik dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

1. Mata

Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh ∞ dan bayangan jatuh tepat di retina. Dalam rabun jauh, bayangan jatuh di depan retina sehingga perlu diperbaiki dengan lensa cekung. Dalam rabun jauh, bayangan jatuh di belakang retina sehingga perlu diperbaiki dengan lensa cembung.

2. Lup atau kaca pembesar

Alat ini terdiri dari lensa cembung dan digunakan untuk melihat objek kecil sehingga tampak lebih besar dan lebih jelas. Jadi, sifat bayangan yang dihasilkan oleh loop selalu virtual, tegak, dan diperbesar.

3. Mikroskop

Mikroskop terdiri dari susunan dua lensa cembung, yaitu lensa objektif yang dekat dengan objek dan lensa okuler yang dekat dengan mata dan menghasilkan bayangan akhir yang virtual, terbalik, dan diperbesar.

4. Teropong atau teleskop

Perangkat optik ini digunakan untuk melihat objek yang sangat jauh menggunakan beberapa lensa cembung. Ada beberapa jenis teropong, termasuk teropong, teropong, teropong Galileo, dan teropong prisma.

5. Kamera

Kamera menghasilkan properti bayangan nyata, terbalik, dan berkurang. Dalam alat ini, jarak fokus selalu tetap sedangkan jarak bayangan disesuaikan dengan menggeser lokasi lensa.

6. Proyektor

Alat ini digunakan untuk memperbesar bayangan slide pada layar dengan properti bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar.

Materi tentang optik memang sangat luas cakupan dan aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, untuk dapat memahami lebih dalam, sangat disarankan bagi Quipperian untuk mempelajari materi beserta pertanyaan dan diskusi melalui Quipper Video. Anda dapat berlangganan melalui link ini, kamu tahu! Langsung klik, ya!

Sumber:

Penulis: Laili Miftahur Rizqi

daftar sbobet

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *