Sosok di Balik Corong Suara Sains Astronomi


100
100 points
Sosok di Balik Corong Suara Sains Astronomi
poker online

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki membuka pertanyaan baru tentang revitalisasi dan pentingnya Planetarium dan Observatorium di Jakarta. Dalam edisi karakter ini, LS berbicara dengan Widya Sawitar tentang kecintaannya pada astronomi dan peran Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Widya Sawitar, astronom komunikator dan Mr. Indonesian Amateur Astronomer. Kredit: Rakean Wisesa

Widya Sawitar, astronom komunikator dan Mr. Indonesian Amateur Astronomer. Kredit: Rakean Wisesa

Widya Sawitar adalah alumni astronomi ITB yang menerima penghargaan ITB Ganesa Widya Jasa Adiutama pada tahun 2018 untuk pekerjaannya dalam mengimplementasikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di ITB, serta di tingkat nasional dan internasional. Selain secara aktif memperkenalkan astronomi kepada publik di Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya juga membina Asosiasi Astronomi Amatir Jakarta dan secara aktif melakukan penelitian untuk melacak jejak astronomi dan budaya Indonesia. Selain itu, Widya juga terlibat sebagai anggota tim Editor dalam Proyek Stars of Asia, sebuah proyek untuk mengumpulkan cerita rakyat terkait astronomi di Asia Pasifik.

Untuk mengenal sosok Widya Sawitar, lihat obrolan kami dengannya.

Hai Mas Widya, apa pekerjaan Mas Wid saat ini?

Unit Manajemen Pusat Kesenian Jakarta Pusat Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Taman Ismail Marzuki (sebelum bergabung dengan UP PKJ TIM, saya bekerja sebagai staf pengajar / penampil untuk Planetarium Jakarta dan Unit Manajemen Observatorium di bawah Kantor Pendidikan).

Mengapa Mas Widya memilih astronomi?

Awalnya saya menikmati belajar tentang alam semesta, tetapi akhirnya menjadi pilihan profesi. Astronoi adalah bidang ilmu yang unik dan banyak tantangan karena bidang studinya yang luas.

Mengapa memilih bekerja di Planetarium?

Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) menyediakan layanan kepada publik di bidang Astronomi. Suara corong ilmu Astronomi. Tempat yang tepat untuk mengikis stigma bahwa Astronomi adalah sains yang sulit dan "aneh". Ada anggapan bahwa astronomi adalah ilmu yang terlalu sembrono karena tampaknya tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan dikaitkan dengan nasib.

Apa yang paling menyenangkan tentang karya Mas Wid?

Memberi info tentang Astronomi tidak hanya belajar, tetapi juga mencakup aspek filosofis dan pendidikan yang terkandung dalam pengetahuan ini dengan semua media di POJ.

Widya Sawitar adalah peserta pengajar di Olimpiade Sains Nasional di Planetarium dan Observatorium Jakarta. Kredit: Eka Widyandari

Widya Sawitar adalah peserta pengajar di Olimpiade Sains Nasional di Planetarium dan Observatorium Jakarta. Kredit: Eka Widyandari

Apa yang memotivasi Mas Wid untuk melayani planetarium untuk waktu yang lama dan baru ditunjuk beberapa tahun yang lalu untuk menjadi pegawai negeri? Apakah kamu suka kesedihan?

Betah karena setiap kali mereka mendapat tantangan baru, khususnya Astronomi adalah area yang luas. Ilmu a sampai z ada di dalamnya dari sosio-budaya ke ranah agama. Dengan adanya POJ kami sangat terbantu, terutama dalam hal pendidikan.

Menurut mas Widya, apa peran planetarium saat ini? Bagaimana jika dibandingkan dengan periode sebelumnya? Apakah ada yang berubah sejak didirikan? Apa itu dan apa?

Perubahan itu jelas. Terutama terkait dengan perubahan posisi ke pusat seni. Tampaknya kecemasan muncul secara spontan karena fokus yang terbagi antara ilmu astronomi dan seni.

Mengapa Planetarium Jakarta penting?

Bukan hanya penting tetapi juga sangat penting, karena POJ memiliki fungsi sebagai gerbang ilmu dari berbagai bidang keilmuan dengan visi dan misi pendidikan, walaupun utamanya adalah Astronomi. Pola pikir ilmiah dapat disosialisasikan melalui astronomi dengan perangkat di POJ.

Mengapa perlu merevitalisasi planetarium? Berapa jauh? Bagaimana dengan dampaknya? Harapan planetarium dengan revitalisasi?

POJ perlu direvitalisasi secara independen dalam arti bahwa POJ awalnya adalah POJ. Revitalisasi nama adalah wajib, tidak mengubah fungsi sesuai dengan visi dan misinya. Mungkin itu bisa menjadi contoh ekstrem, misalnya, sebuah bangunan seni direvitalisasi, tetapi akhirnya akan menjadi kantor atau mal.

Jelas fungsinya berubah.

Jadi, revitalisasi untuk POJ seperti showroom interior dibuat lebih nyaman, total peralatan diperbaiki atau diganti dengan yang lebih modern. Ruang pameran dibuat lebih interaktif. Modul visual diperkaya dalam variasi. Perpustakaan bukan hanya sebuah buku. Ruang auditorium lengkap, peralatannya.

Banyak hal yang bisa dilakukan. Yang wajib. Tidak mengubah fungsi.

Dengan fasilitas dan infrastruktur sekarang apa yang masih bisa dilakukan? Apa yang masih bisa diperbaiki?

Dengan kondisi alat yang ada, penyampaian informasi masih dimaksimalkan sehingga optimalisasi ilmiah tetap pada level yang tepat. Sekarang ada tantangan baru bagi SDM, tidak lagi "di dalam", tetapi juga memaksimalkan kinerjanya di luar, mengambil bola (mengunjungi komunitas, salah satunya adalah kunjungan sekolah). Banyak yang sebenarnya bisa ditingkatkan. Pola pikir yang harus diperoleh adalah bahwa POJ adalah laboratorium serta lembaga keastronomian. Sederhananya, planetarium bukan hanya pertunjukan simulasi langit dan observatoriumnya tidak hanya untuk melihat objek langit.

Contoh sederhana, bahkan jika ada hujan atau polusi berat, observatorium masih berfungsi sebagai alat pendidikan. Tidak tertutup dan bahkan dipindahkan. Inilah yang tidak dipahami banyak orang.

Jika sumber daya tidak terbatas, planetarium apa yang Anda inginkan?

POJ benar-benar dapat menjadi pusat ilmu astronomi dan tentu saja tetap berfungsi sebagai corong suara, bukan pada tingkat penelitian ilmiah. Jadi, antara Program Studi / Astronomi KK – Observatorium Bosscha – LAPAN – dll dapat berbagi tugas dalam domain masing-masing. POJ dapat menjadi sesuatu yang dapat diandalkan sebagai "penjangkauan publik" dalam ilmu Astronomi. Tentu saja, masih melakukan penelitian dalam domainnya, atau fusi dalam penelitian seperti Hisab Rukyat, Etnoastronomi, Layanan Publik, dll.

Di POJ, ada Asosiasi Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Apakah HAAJ bagian dari Planetarium Jakarta? Seberapa pentingkah peran HAAJ dalam POJ? Sudah berapa lama menjadi pelatih HAAJ dan betapa senangnya menjadi pelatih HAAJ?

HAAJ dilahirkan oleh Kepala POJ, Pak Darsa, yang telah dilatih hingga sekarang dan telah menjadi mitra kerja di domain masing-masing. Sekarang HAAJ menjadi lebih meleleh karena fondasi yang unik. Di satu sisi, POJ adalah lembaga hukum formal, di sisi lain HAAJ adalah komunitas berbasis hobi. Simbiosis antara domain formal dan non-formal. Saya telah menjadi pelatih sejak 1994.

Wajahnya tak terhitung jumlahnya. Kesedihannya telah terlupakan.

Selain POJ, Mas Widya juga terlibat dalam penelitian astronomi dan budaya. Bisakah Anda ceritakan sedikit mengapa Anda tertarik pada penelitian ini dan seberapa besar hubungan antara astronomi dalam budaya Indonesia?

Bangsa yang hebat tidak akan melupakan sejarah dan budayanya. Alm Ayah selalu mengingatkan saya sejak saya masih di sekolah. Ketika mulai melebur menjadi astronomi, itu sama saja. Tidak salah jika budaya astronomi di kepulauan harus diingat dan dipahami. Padahal astronomi bisa dikatakan sebagai salah satu komponen dari gambaran budaya manusia, termasuk di nusantara.

Astronomi itu universal, hubungan antara domain fisik dan roh tentu sama di semua negara termasuk di sini. Kearifan lokal yang membuatnya kaya dan beragam. Integrasi adalah apa yang membuat tantangan dan bidang penelitian menarik. Sebagai orang yang dididik dengan budaya Jawa, tentu saja tanah yang relatif mudah adalah astronomi berbasis budaya Jawa sebagai media untuk belajar orang lain. Harus diakui … apa yang Anda rasakan seperti membaca buku dan hanya membaca sampulnya.

Saat menerima penghargaan Widya Jasa Adiutama dari ITB pada tahun 2018. Kredit: EL74

Saat menerima penghargaan Widya Jasa Adiutama dari ITB pada tahun 2018. Kredit: EL74

Apa objek astronomi favorit Anda dan mengapa?

Rasi bintang dan Gugusan Galaxy. Rasi Bintang memiliki banyak cerita yang dapat diperoleh berdasarkan budaya.

Galaxy Cluster. Kita dapat semakin menyadari posisi dan keterbatasan sebagai manusia di Bumi dalam setiap aspek.

Dalam pandangan Mas Wid, mengapa orang perlu tahu astronomi?

Ilmu yang memperkenalkan konsep ruang dan waktu yang terukur. Akhirnya membawa kita ke "kesadaran kosmik" dalam aspek roh (agama).

Siapa yang mengilhami untuk menjadi astronom?

Siapa yang memperkenalkan alm pertama. Ayah. Kebetulan rumah itu juga dekat dengan POJ. Namun, jembatan antara dunia dan semangat ide diperoleh dari akhir. Ayah. "Membaca alam semesta" sehingga kita memahami "kewajiban" kita di dalamnya, baik di alam fisik maupun spiritual.

Ketika manusia mendarat di bulan, di mana wid wid?

Tidak ingat. Balita TV yang direkam menunjukkan hitam putih dan menonton roket terbang.

Apa pendapat Mas Widya tentang kemungkinan Indonesia menjelajahi ruang angkasa?

Untuk Astronomi, tetaplah optimis. Namun, itu tentu saja tergantung pada tingkat idealisme astronom itu sendiri. Betapa militannya dengan segala yang dihadapinya sehingga dapat terus bekerja hingga ke tingkat internasional.

Untuk eksplorasi ruang angkasa, dengan kondisi saat ini, tampaknya langkah ke depan masih terkendala oleh masalah non-teknis.

Apa saran Mas Wid untuk kaum muda yang tertarik pada astronomi?

Jaga idealisme Keastronomian. Ada banyak celah di bidang ini untuk membuka cakrawala ilmiah bidang lain. Ilmu ini unik dan memiliki banyak tantangan. Jangan mengeluh karena mengumbar kesenangan, tetapi harap mengeluh untuk solusi yang lebih baik di masa depan.

Seperti ini:

Seperti Memuat …

daftar sbobet

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *