Tabrakan Kosmis di Bintang Fomalhaut


93
93 points
Tabrakan Kosmis di Bintang Fomalhaut

Para astronom menemukan awan akibat tabrakan kosmik di bintang Fomalhaut yang pada saat bersamaan menghilangkan keberadaan planet Fomalhaut b atau Dagon.

Tabrakan dua benda es berukuran asteroid yang menghasilkan awan debu di Fomalhaut. Kredit: SA / NASA, M. Kornmesser

Tabrakan dua benda es berukuran asteroid yang menghasilkan awan debu di Fomalhaut. Kredit: SA / NASA, M. Kornmesser

Tabrakan kosmik bukanlah kejadian sehari-hari yang dapat ditemukan. Peristiwa ini jarang terjadi karena alam semesta yang luas. Bahkan lebih jarang menemukan petunjuk atau bukti tabrakan kosmik. Tapi, sepertinya para astronom baru saja menemukan jejak tabrakan!

Para astronom menemukan awan debu yang tumbuh di data pengamatan Hubble Telescope milik NASA / ESA. Awan ini terbentuk dari tabrakan besar dan langka antara dua benda besar yang mengorbit bintang Fomalhaut.

Fomalhaut adalah bintang yang berjarak 25 tahun cahaya dari Matahari. Bintang Fomalhaut 15 kali lebih terang dari Matahari, dan pada 2008 diumumkan memiliki planet. Exoplanet Fomalhaut b atau Dagon ditemukan dengan pengamatan langsung oleh Teleskop Hubble pada tahun 2004 dan 2006. Planet Dagon diketahui mengelilingi bintang induknya dari jarak 177 AU.

Pengamatan lain untuk meneliti planet Dagon sebenarnya memberi hasil berbeda. Ada yang menemukan planet Dagon telah pindah lokasi, ada juga yang menemukan keanehan di orbitnya. Bahkan data pengamatan Hubble Telescope pada tahun 2014 menunjukkan planet Dagon menghilang secara berkala.

Menariknya, dari arsip pengamatan Hubble Telescope, para astronom menemukan awan debu besar di Fomalhaut. Awan debu adalah sisa-sisa puing debu yang dikeluarkan oleh tabrakan dua benda berukuran 200 km, atau selebar Selat Inggris!

Serpihan-serpihan debu yang terlontar ketika terjadi tabrakan membuat awan terus mengembang hingga ukuran 160 juta km. Lebih besar dari ukuran orbit Bumi di sekitar Matahari.

Objek bertabrakan dikenal sebagai planetesimal. Meski ada kata planet, tapi objek ini bukan planet seperti yang kita kenal. Lebih tepatnya, planetesimal adalah planet kecil yang masih muda dan terbentuk dari batu dan es. Bentuknya juga beragam dan tidak bulat seperti planet. Untuk menjadi planet bundar, planetesimal masih harus menarik lebih banyak bahan untuk bergabung.

Penemuan awan debu membuat para astronom curiga bahwa selama ini planet ini dianggap sebagai awan. Jadi, planet Fomalhaut b atau Dagon, tidak pernah ada!

Tampaknya "planet ekstrasurya" yang diamati adalah awan debu yang mengembang akibat tabrakan mengerikan dua benda es seukuran asteroid. Benda bertabrakan mirip dengan benda komet di Sabuk Kuiper. Ketika terjadi tabrakan, serpihan materi dikeluarkan dan membentuk awan debu yang mengembang. Ketika partikel debu tersebar di area yang lebih luas, awan menjadi sulit dideteksi. Inilah yang ditunjukkan dalam pengamatan Fomalhaut!

Menurut para astronom, tabrakan antara benda-benda di orbit bintang Fomalhaut terjadi setiap 200.000 tahun sekali. Tentu saja kesempatan untuk menyaksikan tabrakan di bintang ini adalah peristiwa langka. Oleh karena itu, tabrakan yang dapat diamati adalah kesempatan yang baik untuk memahami tabrakan kosmik!

Fakta Menarik:

Bulan yang saat ini mengelilingi bumi juga terbentuk dari tabrakan planetesimal ketika Bumi baru terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *