Tipuan Lensa Kosmis Pada Mata


86
86 points
Tipuan Lensa Kosmis Pada Mata

Gravitasi galaksi yang kuat dapat membantu para astronom untuk melihat dan menemukan galaksi yang sangat jauh.

Pernahkah Anda melihat diri Anda di cermin karnaval atau di sendok? Cobalah karena ini sangat menyenangkan! Tergantung pada apa yang tampak seperti cermin, tetapi wajah Anda akan terlihat aneh.

Setiap cermin melengkung akan menghasilkan gambar yang terlihat melengkung. Lensa yang sangat melengkung (seperti lensa kacamata) akan menghasilkan hal yang sama. Di ruang angkasa, kami juga menemukan distorsi atau gangguan serupa yang disebabkan oleh & # 39; lensa kosmik & # 39 ;. Nah, lensa kosmik ini bertindak seperti kaca pembesar atau kaca pembesar.

Galaksi jauh Sunburst Arc yang difoto oleh Hubble Telescope. Kredit: ESA / NASA

Galaksi jauh Sunburst Arc yang difoto oleh Hubble Telescope. Kredit: ESA / NASA

Foto ini diambil oleh Teleskop Hubble milik NASA / ESA yang menunjukkan bentuk aneh galaksi yang jauh. Galaksi melengkung ini bukan karena ada cermin melengkung atau lensa kamera khusus, tetapi karena galaksi yang jauh ini terlihat melalui lensa kosmik.

Galaksi di foto ini sangat jauh dan disebut Sunburst Arc. Hampir 11 miliar tahun cahaya dari Bumi, para astronom telah berhasil melihat galaksi ini karena teknik penginderaan gravitasi yang kuat. Sebagai hasil dari pelensaan gravitasi ini, gambar Sunburst Arc dikalikan a.k.a dikalikan hingga 12 kali.

Pelensaan gravitasi seperti itu terjadi karena antara Bumi dan Busur Sunburst terdapat gugusan galaksi masif yang mendekati jarak 4,6 miliar tahun cahaya. Struktur masif seperti galaksi dan kluster galaksi memiliki gravitasi yang sangat kuat yang dapat membelokkan cahaya dari objek di belakangnya.

Gaya gravitasi galaksi yang lebih dekat dengan Bumi membelokkan cahaya yang datang dari galaksi yang jauh. Hasilnya, pengamat di Bumi melihat garis melengkung mirip dengan pisang di foto. Begitulah cara lensa kosmik bekerja.

Busur Sunburst yang diamati oleh Teleskop Hubble ternyata memiliki kemiripan dengan galaksi yang pernah ada ketika alam semesta masih sangat muda, sekitar 150 juta tahun setelah Semesta terbentuk melalui peristiwa yang kita kenal sebagai Big Bang atau Big Bang. Era ketika galaksi ada dikenal sebagai reionisasi zaman.

Zaman reionisasi adalah periode setelah Semesta telah melewati zaman kegelapan. Era reionisasi dimulai ketika bintang-bintang pertama di Alam Semesta lahir dan memancarkan cahaya dan menghasilkan foton berenergi tinggi yang mengionisasi hidrogen netral yang tetap berada di kegelapan.

Ketika radiasi berenergi tinggi dari bintang pertama mengionisasi hidrogen, radiasi berenergi tinggi harus dapat melarikan diri dari galaksi induknya tanpa diserap oleh materi antarbintang. Sampai sekarang hanya sejumlah kecil galaksi yang ditemukan mengeluarkan cahaya dari galaksi mereka. Bagaimana cahaya lolos masih menjadi misteri.

Foto Arc Sunburst yang diambil oleh Hubble membantu para astronom menemukan potongan puzzle ini. Ternyata sebagian cahaya dapat lepas dari galaksi melalui saluran kecil yang berlimpah dalam gas netral.

Fakta keren:

Teknik pelensaan gravitasi tidak hanya melengkungkan apa yang kita lihat, tetapi juga melipatgandakan dan membuatnya tampak lebih cerah. Lensa kosmik menghasilkan gambar Sunburst Arc yang berbeda dan 10 – 30 kali lebih terang dan melipatgandakan galaksi ini 12 kali dalam 4 busur yang kita lihat. Tiga busur di sisi kanan sedangkan busur lainnya di kiri bawah. Busur di kiri bawah agak kabur karena ditutupi oleh cahaya gugus galaksi besar di depannya.

Dengan teknik pelensaan gravitasi, Teleskop Hubble dapat melihat struktur kecil berukuran 520 tahun cahaya dengan sangat terperinci, meskipun jaraknya 11 miliar tahun cahaya. Sebagai perbandingan, kemampuan ini sama dengan kemampuan Hubble untuk melihat daerah pembentukan bintang di galaksi di alam semesta lokal yang terdiri dari galaksi, kluster galaksi, dan rongga.

Animasi lensa gravitasi dapat ditonton di sini.

Sumber: Artikel ini adalah publikasi yang diterbitkan ulang edisi Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh langitselatan.

Seperti ini:

Suka Memuat …


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *